Tata
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 19, 2017
Bagaimana rasanya saat kita mencintai sahabat kita sendiri? Sahabat yang dari kecil menemani kita hingga sekarang. Dan, pada saat ia berfikir, ia akan jujur kepada sahabatnya. Dan saat itu pula, ia harus menelan omongannya yang ingin ia katakan. Karena pada saat itu, juga lelaki yang ia cintai. Menyatakan bahwa ia baru saja menjalin hubungan dengan orang terdekatnya. Dan, pada saat itu juga, semua keadaan berubah dan tidak sama seperti dulu.
All Rights Reserved
#739
populer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It HURTS
  • Me,You and the story we went through.
  • Disaster In Feelings
  • Sahabat, kenapa jadi suka?[On Going]
  • KATA SANDI
  • Cerita Tentang Kita
  • From a friend to lover?
  • Friendzone
  • Guard Your Hearts
  • The Story of Love
It HURTS

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines