Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Hijrah Yuk?

Hijrah Yuk?

  • WpView
    Membaca 11,305
  • WpVote
    Vote 775
  • WpPart
    Bab 90
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jun 13, 2019
WpInfo
Fiksi
Tema Sosial
"Hati kita masih ada iman, itulah sebab mengapa kita merasa bersalah setelah melakukan dosa" -RikaArtamevia- IG : @artame.i
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
hijrahyuk
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Di Sepertiga Malamku
  • cinta yang terlambat
  • Artikel & Quotes Islami [[Lengkap✔]]
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Tahajjud cinta (TERBIT)
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Islamic Thinking
  • Dia dan Doa
  • KITAB SHOLAWAT "Kumpulan Lirik & Qasidah Sholawat Terbaru
  • Lentera Islam
  • Reminder Hijrah
  • Aghnia
  • Amor (New Version)
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • Ajari Aku Bermuhasabah
  • Diary Islam
  • Tulisan
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • Cinta Satu Sendok Teh (Secukupnya)

UTAMAKAN VOTE!! baca dari prolog, jangan di skip yaa!! Di saat dunia terlelap, ada hati yang tetap terjaga. Bukan karena insomnia, tapi karena rindu yang hanya bisa disampaikan lewat doa. "Di Sepertiga Malamku" mengisahkan tentang Adiva, seorang santri perempuan yang menyimpan rasa cinta dalam diam. Cintanya bukan cinta biasa ia tak pernah berani menyentuh, hanya menitipkan lewat sujud dan air mata. Rayyan, lelaki yang menjadi arah rindunya, hadir seperti mimpi yang terlalu indah untuk nyata. Dalam hening malam, dalam setiap istikharah dan sujud panjang, Adiva belajar bahwa mencintai bukan soal memiliki tapi soal merelakan, dan percaya pada takdir nya. "Aku akan selalu menyebut namamu di dalam doaku dan di waktu sepertiga malamku." ~ Adiva Nazia "Ya Allah, jika dia memang takdirku, dekatkanlah hatinya kepadaku dengan cara mu yang paling indah." ~ Muhammad Rayyan Al Izyan Apakah doa yang dipanjatkan dalam diam bisa mengetuk takdir yang telah digariskan? Atau mereka hanya ditakdirkan untuk saling mendoakan, bukan untuk saling memiliki?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan