My Late Confession (1)

My Late Confession (1)

  • WpView
    Lecturas 140
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jun 3, 2017
WpInfo
Ficción
Romance
Entah sejak kapan aku menggenggam perasaan ini. Rasa aman, rasa memiliki dan entahlah seperti rasa disayangi atau mungkin lebih dari itu. Yang aku tahu, kini aku menjadi manusia super lemot karena terlambat menyadarinya. Andai waktu bisa kembali, yang ingin kulakukan hanya satu, membuka mataku lebih tepatnya hatiku, dan membiarkan mereka menatapnya dan hanya menatap dirinya. Azka Kejujuran hati akan menciptakan perubahan yang mungkin ku sesali. Akan tetapi aku juga tidak bermaksut menyembunyikan perasaan ini selamanya. Persahabatan yang menanamkan cinta. Ya cinta, ada cinta dipersahabatan yang kujalani dan sialnya hal itu hanya kurasakan seorang diri. Memendamnya, menutupinya, dan bersembunyi dari lima huruf penuh mantra itu benar-benar membuatku gila. Andai dia orang lain, andai dia orang yang baru saja kukenal, dan andai-andai tentang dia yang lain. Namun sayangnya pengandaianku tidaklah tepat. Pemilik cinta dihatiku adalah sahabatku sendiri. Azka Kaia Lathief. Ibrohim
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • save me
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Dendam Yang Terpendam
  • I Love My Little Sister
  • The Rain [SoonHoon]
  • Lima Pandhawa [END]
  • Relationshit (Completed)
  • The Devil's Love

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido