My Late Confession (1)

My Late Confession (1)

  • WpView
    LECTURAS 137
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jun 3, 2017
Entah sejak kapan aku menggenggam perasaan ini. Rasa aman, rasa memiliki dan entahlah seperti rasa disayangi atau mungkin lebih dari itu. Yang aku tahu, kini aku menjadi manusia super lemot karena terlambat menyadarinya. Andai waktu bisa kembali, yang ingin kulakukan hanya satu, membuka mataku lebih tepatnya hatiku, dan membiarkan mereka menatapnya dan hanya menatap dirinya. Azka Kejujuran hati akan menciptakan perubahan yang mungkin ku sesali. Akan tetapi aku juga tidak bermaksut menyembunyikan perasaan ini selamanya. Persahabatan yang menanamkan cinta. Ya cinta, ada cinta dipersahabatan yang kujalani dan sialnya hal itu hanya kurasakan seorang diri. Memendamnya, menutupinya, dan bersembunyi dari lima huruf penuh mantra itu benar-benar membuatku gila. Andai dia orang lain, andai dia orang yang baru saja kukenal, dan andai-andai tentang dia yang lain. Namun sayangnya pengandaianku tidaklah tepat. Pemilik cinta dihatiku adalah sahabatku sendiri. Azka Kaia Lathief. Ibrohim
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • I Love My Little Sister
  • The Rain [SoonHoon]
  • One More Chance [HoonSoon]
  • [✔️] Anti Romantic ⋆ Jaesahi
  • Dendam Yang Terpendam
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • DON'T LEAVE ME [ YIZHAN ] End☑️

Dia yang kupercayai sebagai pemilik hati ini seutuhnya. Namun dia juga yang menghancurkanku hingga menjadi butiran debu. Melupakan memang takkan pernah mudah. Merelakan yang pernah ada, menjadi tidak ada adalah kerumitan yang belum tentu dia tahu rasanya. Aku masih bertanya-tanya dalam hati, mengapa semua harus berakhir sesakit ini? Dan apa tujuannya selama ini? Bukankah kita berjanji untuk saling menyembuhkan? Tapi tenang saja, aku telah berjanji pada diriku. Aku akan menyembuhkan lukaku sendiri, tanpa bantuan orang lain. -Qaeera Atthifa Hani Aku tak mengerti, mengapa aku yang tak mudah tergoda ini malah begitu saja terjebak dalam perhatian dan tindakannya yang berbeda dari yang lain. Dia yang mencuri hatiku sejak pertama kali aku melihatnya. Bahkan saat aku sama sekali belum mengetahui namanya. Rasa ini telah singgah di hatiku selama sewindu. Entahlah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama atau hanya rasa penasaranku terhadap dirinya yang tak pernah bisa kumiliki. -Parama Randy Wardhana

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido