Pieces of Emerging

Pieces of Emerging

  • WpView
    Reads 1,405
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 29, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Ruangan serba putih ini tampak lenggang, tak ada hal yang disebut jendela hanya terdapat fentilasi udara untuk membuat ruangan ini agar namapak hidup. Dan sebuah tempat tidur berukuran kecil serta tersedia kursi untuk 3 orang. Aku duduk dengan tertunduk didepan seorang wanita dewasa bernam tag Renata Agrea. Dia terus saja menatapku lamat-lamat tak ada percakapan diantara kami. Yeah aku tau semua yang masuk dalam ruangan yang serba tertutup ini pastinya akan bersikap sama seperti diriku ini, Tapi Renata akan selalu membuat suasannya tak tampak menegangkan. "Apa yang membuatmu datang kemari" ujarnya tak kuidahi sama sekali. "Baiklah tak apa, Sedikit mengalui idintitas mu tak masalah bukan. nama Prilly Clariscalea seorang siswi SMA canada ternama dijakarta, siswi memiliki IQ tertinggi. Putri tunggal dari seorang pengusaha ternama Panji axseler mempunyai adik tiri bernama Lova Clardissa. Wow hidupmu cukup menyenangkan kenapa malah memilih datang kemarin Prilly?". Katanya berbasa basi. Tapi aku yang diajak berbicara tak mau mengeluarkan sesuatu dari mulutnya, Renata tau aku hanya sedang menahan Air matanya agar tidak jatuh. "Ceritakan jika memang sudah tak bisa dipendam, menangislah jika memang sudah tidak bisa menahannya". Ujarnya memberikan raut iba yang mendominasi saat melihat ku yang sedari tadi meremas tangaku hingga terlihat seperti tak di aliri darah lagi. Mendengar perkataan Renata yang terdengar lebih lembut akhirnya Aku memilih mendongak, menatap wanita yang selalu menjaganya saat dia harus mengalami kesakitan yang teramat sakit. "Prilly butuh tisu" ujar Renata saat melihat air mata ku yang mulai mengalir dengan deras. Aku hanya mengangguk dan datanglah sebuah bonekah bergerak membawa tisu dan juga minum. "Baiklah aku akan mengulangi pertanyaan ku lagi". Ujar Renata yang mulai terlihat serius. "Kenapa kamu malah memilih datang kemari". Aku mulai menatap kembali Renata dengan serius. "A. kuu .aku ingin mengambil ginjal ku".
All Rights Reserved
#559
aliandosyarief
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • KEAJAIBAN IV
  • Agby (Sequel Om CEO) [Selesai]
  • Beautiful Disaster
  • Hening Dalam Luka
  • KAKAK KELASKU YANG SEKSI (TAMAT)
  • I Love My Little Sister
  • My Hijab

Maaciw, udah mau mampir yah guys😊😊😊 ------------------------ "Kenapa ngehindarin gue?" ulang Ali dengan suara yang sama. Prilly menunduk sambil menggigit bibir bawahnya, yang selalu ia lakukan ketika sedang gugup dan ketakutan. Prilly masih bergeming di tempatnya, dan menajamkan gigitannya, membuat darah segar keluar dari bawah bibirnya. Ali menghembukan nafasnya kasar, lalu menarik dagu Prilly lembut sampai mendongak menatapnya membuat gigitab di bawah bibirnya terlepas. Ia mejukan wajahnya hingga mendekat ke wajah Prilly, Prilly memejamkan matanya, tak mau melihat apa yang akan dilakukan Ali, terlalu takut mungkin?. Ali menyapukan lidahnya ke bawah bibir Prilly yang terdapat darah disana. Prilly mengumpat Ali dalam hati. "Darah lo manis banget, gue suka" bisik Ali tepat di telinga nya dengan seringainya, membuat Prilly bergidik ngeri, dalam hati. --------------------------------------- "L-lo ma-mau apa?" tanya Prilly panik saat melihat pisau di genggaman tangan Ali. "Gak tau, mutilasi lo mungkin?" ujar Ali yang kelewat santai, membuat Prilly bertambah panik. "L-lo gak serius kan?" tanya Prilly tergagap, ia sudah ancang-ancang untuk lari namun tangannya di cekal oleh Ali, seketika kaki Prilly lemas ia tak bisa menahan tubuhnya, ia merosot ke tanah. --------------------------------- Jangan lupa vomment!! Hargailah karya Author😉

More details
WpActionLinkContent Guidelines