Love in Halal

Love in Halal

  • WpView
    Reads 50,347
  • WpVote
    Votes 3,213
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 17, 2021
PRIVATE ACAK. SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU UNTUK MEMBACA! #1 in wttys2018 (11.09.18) {Squel Sajadah Cinta} Kata siapa perjodohan itu hanya milik zaman Siti Nurbaya? Kata siapa perjodohan itu selalu berakhir menyedihkan? Kata siapa perjodohan itu mengekang hak asasi manusia? Itu kata orang-orang yang selalu berfikiran negatif terhadap takdir Allah. Perjodohan hanya sebuah nama yang berdefinisikan cara, cara bagaimana kau mendapatkan pendamping hidup. Maka apabila kau mendapatkan pendamping hidup yang tidak bisa menuntunmu pada kebaikan, jangan salahkan perjodohannya! Karena jika kau menemukannya dengan cara berpacaran, pasti tak akan kau salahkan kisah pacarannya. Selasa, 4 sep 2018
All Rights Reserved
#136
in
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pasangan Sah
  • Love Suamikkk (END)
  • Penghujung Cintaku | Cinta Tapi Diam Series 2 [END]
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • Cinta Tak Bersyarat
  • Mr.Cool is My Husband (On Going)
  • Ketos Is My Hubby  [COMPLETED]
  • The Perfect Wife For Ilyas
  • My Lecturer My Husband [SUDAH TERBIT]

Berawal dari perjodohan yang dilakukan oleh Ibunya, Neira mengenal Haikal, laki-laki yang sudah dua kali membuat insiden dengannya secara tidak sengaja. Neira bisa saja menolak. Sebab memutuskan hidup bersama dengan seseorang yang asing, dapat menimbulkan masalah dilain hari. Apalagi pertemuan mereka sebelum perjodohan terjadi, tidak bisa disebut baik pula. Akan tetapi, Haikal adalah sosok yang dijanjikan ibunya untuk bisa membimbing Neira ke arah yang lebih baik. Maka dari itu, Neira yakin akan ada jalan terbaik di ujung keraguannya. Sementara Neira masih menikmati masa perkuliahannya, Haikal sudah mapan dengan pekerjaannya. Dua hal itu sangat berbeda. Antara kebebasan dan keseriusan. Apa dengan menjadi pasangan sah bisa menjadi alasan dua sisi berbeda itu saling belajar memahami dan melengkapi? Atau justru malah terus bertolak belakang? *** © Januari 2018 - Juli 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines