We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
From Earth to Pluto

From Earth to Pluto

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 19, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Nadia bukannya gak bisa bahagia, cewek itu lebih dari bisa. Tapi karena dia masih terpaku pada asumsinya tentang cinta harusnya diperjuangkan meski disakiti tiap hari, sampai hari ini cewek itu tetep kukuh ada disana berdiri diantaranya takdirnya sendiri hidup atau mati. Dia masih memegang kenangan manisnya, berpegang pada janji manis yang nantinya akan kembali menjadi seperti semula lagi. Cewek itu, jujur, gak perduli lagi dengan semuanya. Bahkan kalau cuma mati yang bisa ngebuat cewek yang dulunya usil dan gak bisa diem itu lebih baik dari yang sekarang ini, lebih baik itu cewek mati. *** "Liat aja aku bakal bikin jatuh cinta sama aku lagi nanti." Rafael tersenyum miris, cewek ini.. "Iya."
All Rights Reserved
#899
mati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA FLORA
  • Live or Die [END]
  • Kita dan waktu (Musim Ke-2)
  • Again?
  • Lost
  • AKSARA LARA(END)
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines