Story cover for Hope  by fitramldy
Hope
  • WpView
    Bacaan 3,125
  • WpVote
    Undian 791
  • WpPart
    Bahagian 19
  • WpView
    Bacaan 3,125
  • WpVote
    Undian 791
  • WpPart
    Bahagian 19
Sedang Ditulis, Pertama kali diterbitkan Mac 19, 2017
Semakin hari aku semakin sadar, apakah harapan yang aku bawa selama ini hanyalah harapan kosong belaka? 

Apakah harapan yang aku jaga selama ini tak berarti sama sekali? 

Apakah harapan yang aku junjung selama ini akan jatuh sampai ke dasarnya tanpa menyisakan apapun? 

Jika iya, izinkan aku untuk mati rasa. Agar aku tak perlu merasakan hancur kehilangan harapan itu. Agar aku tak usah takut menatap masa depan yang menjanjikan kepastian. Agar aku... bisa melihatmu sebagai orang asing di hidupku.
Hak Cipta Terpelihara
Daftar untuk menambahkan Hope pada pustaka anda dan menerima kemas kini
atau
Garis Panduan Isi
You may also like
BarraKilla oleh novaadhita
64 bahagian Cerita Lengkap
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
You may also like
Slide 1 of 8
TITIK AKHIR.  cover
Bayi Dosenku 2 cover
BarraKilla cover
ZiAron [END] cover
ZIVANA(ON GOING)√ cover
Serpihan Luka cover
AMERTA [END] cover
Adventure Of The Lost Powerful Gods Reincarnation. cover

TITIK AKHIR.

34 bahagian Sedang Ditulis

"Aku hamil, Za." "Itu bukan tanggung jawab gue lagi!" "Kamu bilang akan tanggung jawab, Za!!" "Gue gak bisa, Maaf." "Jangan jadi brengsek kaya gini, Herza!" "Gue bilang, Gue udah gak bisa jalanin bareng Lo!!" "Terus gimana sama anak ini?" "Bukan tanggung jawab gue. Lo urus sendiri." "Karena cewek itu? Kamu tinggalin aku dalam keadaan hamil. IYA? JAWAB HERZA!!" "STOP! KITA PUTUS!" •• "Mau sampai kapan diem-diem kaya gini? kamu suami aku loh, Za." "Kamu hanya perlu memilih satu diantara aku dan dia" "Tidak bisa, gue cintai dia, Tapi gue gak mau di benci bunda." •• Aku kira jalan yang aku pilih adalah jalan menuju bahagia, namun ternyata salah, jalan itu adalah jalan yang membawa ku ke lautan luka. Dan, Ini lah TITIK AKHIR dari semuanya. Pergi dari hidup mu adalah jalan yang terbaik untuk diri ku. -Meysha Fizria ••