The Past

The Past

  • WpView
    Reads 324
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 8, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Afifia Nurlifda, cewek kalem. Yang dapat menyesuaikan keadaan. Faza Mazehendra, cowok cool. Yang mampu mengikat hati para cewek. Alif Pratama, cowok yang sangat peduli pada sekitar. Dan itu hanya yang bersangkutan dengannya. Andhita Putri, cewek yang ingin mendapatkan apa keinginannya. Walaupun dengan cara apa saja. Cesa Emeli, cewek centil dan seperti penyiar radio. Namun dia adalah sahabat terbaik Afifia. Mimpi Afifia berkaitan tentang serpihan ingatannya yang hilang. Apakah itu? Adakah yang terkait dengan masalalunya? Faza? Alif? Putri? Cesa? Atau semua terkait? Serpihan ingatan itu pun muncul bersamaan dengan datangnya rasa cinta Afifia. Kepada siapa? Faza? Atau Alif? Ini cerita pertama saya, jadi banyak kekhilafannya ya readers ^^ Happy reading guys.
All Rights Reserved
#714
memory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • Story of My Life With You
  • Kahfi dan Yumna
  • The First, Not the Last
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • TITIPAN HATI (END)
  • Between Us [COMPLETED] [PINDAH KE JOYLADA]
  • GAREN With Hate (End)
  • My Story

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines