Stuck In Love

Stuck In Love

  • WpView
    Reads 3,822
  • WpVote
    Votes 307
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 2, 2020
Raza menatap gadis itu dengan pandangan kosong, selama tiga hari ia mengintrogasi gadis itu. Lagi, dan lagi ia hanya mendapatkan jawaban yang sama. Tidak, bukan karena jawaban yang tidak relevan. Namun, karena gadis itu mengakui semua perbuatannya dengan gamblang tanpa ditutup-tutupi sedikitpun. Selama tiga hari itu pula laki-laki itu mulai merasa ada yang aneh dengan dirinya. Perasaan kuat untuk melindungi gadis sociopath itu, tapi bagaimana? Hukuman mati telah dijatuhkan padanya, dalam dua hari gadis itu akan ditembak oleh Raza dengan kesaksian beberapa anggota kepolisian lainnya. "Aku bisa membantumu, mari kita pergi dari sini. Aku akan memberikan identitas baru untukmu, kita bisa memulai hidup yang lebih tenang," entah kenapa Raza mengucapkan kata-kata itu, jauh didalam lubuk hatinya ia merasa tidak pantas mengemban tugas Negara ini. Hanya karena sebuah rasa yang ia yakini itu cinta, Raza memilih mengampuni perbuatan gadis itu. Dengan pistol mengancung ke dahi gadis itu, disaksikan oleh beberapa anak buahnya, Raza terlihat memohon. Gadis itu tersenyum lembut kemudian menggeleng, "Terimakasih atas tawaranmu Raza, tapi aku lebih memilih mati daripada harus menanggung dosa ini seumur hidupku." "Joana," geram Raza kesal, ia menarik pelatuk itu menimbulkan bunyi ledakan yang memekakan telinga. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia menangis. Menangisi ketidak berdayaannya. ----------- Kisah ini adalah kisah tentang gadis pendosa, gadis terkutuk yang telah melumuri seluruh tubuhnya dengan darah. Darah dari mereka yang masih tidak mengenal dosa. Joana, seorang buronan kelas kakap, kaki tangan mafia terbesar se-ASIA. Seorang monster yang telah membunuh ratusan anak-anak demi diambil organnya, untuk uang yang sudah diserahkan oleh mereka yang memesan. "Hanya karena kau seorang pendosa, bukan berarti kau harus hidup tanpa cinta selamanya," {Dark romance} [18+] Wanita cerdaslah memilih bacaan yang sesuai dengan usia. 1-10 untuk publik 11 dst private
All Rights Reserved
#67
cnta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Xagala
  • 4 PRINCE MAFIA [ON GOING]
  • RIAREZ : dendam dalam cinta (END)
  • extra transmigration [End]
  • Kriminal
  • kenzi laska Abraham
  • Home? [NaVin & Narendra's]
  • fatqell - DEAL WITH THE DEVIL
  • Pelayan Sang Tuan
  • DICINTAI TUAN MAFIA ( I'm A Secret Agent )
Xagala

Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines