Darell and Caramell

Darell and Caramell

  • WpView
    Reads 383
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 22, 2017
Cover by: @thatnagin •Caramellia Salma Handjaya (Caramel) -nerd, murid terajin dikelas -cantik, pastinya. -ceria, juga sangat bawel •Darell Alvano Putra Mahendra (Darel) -troublemaker, sekaligus the most wanted -ganteng, pastinya, kan the most wanted, ya pastinya ganteng dong. -dingin, tapi tidak di depan orang terdekatnya. Caramel dan Darel pertama dipertemukan saat duduk sebangku, dan saat itu, Caramel sangat terpaksa duduk sebangku dengan lelaki itu. Dan selanjutnya Caramel dan Darel makin dekat. Tapi keduanya tak mengutarakan perasaannya. Dan apa yang terjadi?
All Rights Reserved
#5
smalovestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • My possessive leader gengster
  • Alya Dairy[END✔]
  • Labil. // completed
  • ANTARES
  • Caramel Macchiato [SELESAI]
  • ALMOST
  • Waiting For Years (HIAT)
  • Caramel (END)
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines