Verrarell

Verrarell

  • WpView
    Reads 3,518
  • WpVote
    Votes 427
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 1, 2017
[Sedang diperbaiki] Bagi Verra memendam perasaan terhadap seseorang itu sebuah kekeliruan, karena sejatinya perasaan memang untuk diutarakan. Kalau hanya dipendam tanpa yang bersangkutan tahu, apa dengan menerka-nerka sudah cukup menenangkan? Atau apa dengan mengandai-andai sudah cukup memberi jawaban? Menurutnya jika bisa diungkapkan secara gamblang kenapa harus ditanggung sendirian? Perihal bagaimana tanggapan yang bersangkutan itu lain cerita. Apalagi setelah sadar kesempatan tidak datang untuk yang kedua kalinya, lebih baik tersampaikan dari pada tidak sama sekali. Maka dari itu saat ini, dengan keberanian yang sudah susah payah Verra kumpulkan, Ia dengan nekatnya menghubungi laki-laki yang sudah mengganggu pikirannya belakangan ini. "Verrel masih inget gue ngga?" "Ingetlah, kenapa lo tumben?" "Oh inget." "Ya ingetlah Verra, ada apa si?" "Kayaknya gue suka sama lo, setelah ini terserah lo mau gimana." Dia merasa lega sekaligus kalut lantaran takut dengan tanggapan laki-laki itu karena pengakuannya yang sangat tiba-tiba. Dan karena merasa belum siap menerima tanggapan apapun dari yang bersangkutan Verra justru refleks langsung memblokir kontak Verrel tanpa memikirkan hal yang akan terjadi setelahnya. Bagaimana tanggapan Verrel setelah mendapat pengakuan tiba-tiba dari Verra teman satu angkatannya? Mengabaikannya? Atau malah sebaliknya? *** Danias Silvani Copyright©2017
All Rights Reserved
#779
couple
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Something Bitter
  • SWEETHEART || A Sweet Couple ✓
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • 2. Twins Brother (Revisi)
  • FATAMORGANA
  • KOMAR.

Jilan Agatha. Sifatnya susah diatur dan tak mau diatur, berbanding terbalik dengan kembarannya. Jilan panggilannya, kelakuannya jauh dari kategori 'baik.' Pulang malam sudah menjadi rutinitas rutin dalam hidupnya. Mempunyai saudari kembar yang tak selurus membuat Jilan mati rasa! Jinan Agatha, itu adalah kembarannya. Jilan menolak keras untuk mempunyai baju couple bersama Jinan. Bagaimana tidak, baju yang mereka gunakan sedari kecil sama semua yang membedakan hanya warna dari baju tersebut. Ralat, bukan hanya baju saja, tetapi semua barang-barang yang melekat di tubuh mereka selalu sama. Axel Marchelino. Cowok itu berhasil membuat Jilan dan Jinan berada pada fase cinta segitiga. Mencintai cowok yang sama adalah bagian awal dari kisah cinta remaja mereka. Dimulai dari rasa cinta hingga pengorbanan yang tak terhitung mengalir begitu saja. Merelakan rasa sakit demi melihat orang yang di cintai bahagia. Apalagi Jinan yang belum pernah merasakan cinta masa remaja. Seperti air, semuanya mengalir begitu saja. Pengorbanan, rasa sakit, sayang dan kebahagian telah dilalui. Hingga akhirnya salah satu mengalah demi kebahagiaan yang sang kembaran. -Ketika aku mencintaimu dengan tulus, namun dia mengatakan lebih mencintaimu dari apapun. Aku ikhlaskan, untukmu, aku rela- SELAMAT MEMBACA❤ **** WARNING: BANYAK KATA-KATA KASAR DALAM CERITA! #3 in teenfiction #6 in fiksiremaja

More details
WpActionLinkContent Guidelines