(IM)PERFECT [TBC]

(IM)PERFECT [TBC]

  • WpView
    Reads 413
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 17, 2020
RATING : 15+ Kehidupan dua remaja cilik yang berprofesi sebagai fotografer amatir tidaklah jauh berbeda dengan teman-teman seusianya. Hanya saja, saat salah seorang diantara mereka, Sierra, diminta untuk menjadi fotografer bagi seorang lelaki di sekolahnya, yang akan membuat hidupnya berubah. Terlebih lagi, perempuan itu ternyata menyimpan kisah kelam dalam hidupnya, yang tidak dapat dimengerti oleh temannya, maupun keluarganya. Sementara itu, sang model, Ezra, memiliki hidup yang hampir sempurna. Kehadiran laki-laki dan perempuan itulah yang saling melengkapi, diantara kesempurnaan dan ketidaksempurnaan, yang saling mendampingi, membuat hidup keduanya sempurna.
All Rights Reserved
#16
fiksiremajaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • Sadena
  • Persona
  • What If [SUDAH TERBIT]
  • Princess Syndrome
  • Dosen Nano-Nano
  • Beetle Knight and Princess
  • Zenon and Savea (COMPLETED)
  • Love In Mahawira
  • Stay here

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines