Akhir Dari Senja

Akhir Dari Senja

  • WpView
    Reads 2,488
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 17, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis cantik yang menjadi ketua osis lengkap dengan perkataan langsung tanpa filter di mulutnya menjadi ciri khasnya. Namun semua orang punya rahasia yang tak ingin di ketahui orang lain bukan ? Bagaimana jika rahasia itu diketahui oleh orang yang tak dikenal ? Sial. Tapi mungkin karena rahasia manis itu bisa mempertemukan dua remaja yang tidak tahu satu sama lain. "Semua akan baik-baik saja kalau kita kembali disaat kita belum pernah bertemu " -Ardian Airlangga "Bukannya malu hanya saja, itu rahasia yang sedikit menyakitkan" -Nesya Senja -------------------UPDATE SETIAP SELASA & SABTU--------------------------
All Rights Reserved
#896
osis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • GASA [end]
  • Secret Admirer [END]
  • Under My Sky
  • Airin dan Kisahnya
  • The Queen of My school
  • DLS [ 2 ] Ansellina
  • OSIS OR OH SHIT?!
  • Always Be Here [Slow Update]
  • ALAN [END]
GHAVARI

Sejak awal, Ghava tidak pernah membayangkan namanya akan berdiri di depan barisan OSIS, memakai jas hitam dengan logo sekolah di dada. Ia anak yang lebih suka duduk di belakang, bercanda dengan teman, dan pulang tepat waktu untuk sekedar berlatih basket. Semuanya berubah karena satu formulir pendaftaran yang diisi diam-diam oleh temannya. "Biar seru aja Va. Masa OSIS isinya orang itu-itu lagi," ujar temannya kala itu, sembari tertawa dan menyerahkan berkas itu ke panitia tanpa sepengetahuan Ghava. Ghava mengira itu hanya lelucon. Sampai hari pengumuman. Nama Ghava Adimas Praharja tercetak paling atas. Terpilih sebagai Ketua OSIS periode ini. Bukan karena visi misi. Bukan karena pidato yang menggelegar. Tapi karena keisengan temannya yang berujung tanggung jawab besar. Di minggu-minggu pertama, Ghava kewalahan. Rapat yang tak ada habisnya, proposal yang harus dikejar deadline, acara Porsema yang menuntut dia turun langsung sebagai pemain basket sekaligus penanggung jawab supporter. Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras.

More details
WpActionLinkContent Guidelines