pandu-Mu

pandu-Mu

  • WpView
    LETTURE 1,373
  • WpVote
    Voti 58
  • WpPart
    Parti 7
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, mar 24, 2017
"Dua hari lagi aku ke Lembah Tidar, Magelang disitu aku dites lagi selama kurang lebih satu bulan, doain aku ya Ca", jelas Pandu. Caca yang mendengar semua itu hanya terdiam. Caca tentu sangat senang ketika Pandu temannya yang dulu gendut di ejek banyak orang sekarang akan menjadi Taruna Akmil yang tentunya membanggakan orang tua nya dan Caca pun juga tentunya merasa bangga. Tapi disisi hati yang lain Caca merasa sedih dia merasa seperti ada bagian yang hilang dari dirinya, tak di nafikan oleh Caca dia memiliki rasa yang lebih dari sekedar teman untuk Pandu. Sejak awal bertemu Caca juga sudah merasa nyaman ketika bersama Pandu. Dalam lamunan panjangnya tak terasa Caca sedikit mengeluarkan air matanya. Pandu yang melihat Caca menteskan air mata langsung bertanya kepada Caca. "Ca? kamu gapapa kan? Kamu ga seneng kalau aku lulus tes?" nada Pandu sangat pelan. "Eh iya gapapa, tentu aja seneng dong selamat ya ndut semoga kamu sukses terus", jawab Caca sambil mengusap airmatanya, dan menahan tangisnya. "Ca aku kayak gini juga berkat kamu, aku kayak gini juga buat kamu", jelas Pandu. "Maksud kamu buat aku?", dengan nada penasaran Caca bertanya. Pandu pria berpostur tinggi dan gendut yang mengerjar cita-citanya menjadi seorang Perwira TNI yang gagah demi mendapatkan Caca. Caca adalah gadis yang baru saja memulai hijrahnya melalui masa-masa sulit. Lantas mengapa Caca justru pergi meninggalkannya saat Pandu telah menjadi Perwira seperti yang Caca inginkan?
Tutti i diritti riservati
#161
hijrahcinta
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • TOUCHED (End)
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  • KALANA
  • ANGELILKA (END)
  • DIKANESHA
  • Trapped In Marriage (COMPLETED)
  • MY LOVE STORY
  • Unplanned marriage

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti