Story cover for LOVE BUT PRESTIGE (REVISI) by pinkmocha22
LOVE BUT PRESTIGE (REVISI)
  • WpView
    Reads 1,509
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 17
  • WpView
    Reads 1,509
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 17
Ongoing, First published Mar 21, 2017
Mungkin sebagian dari kita tidak terlalu suka dengan kata menunggu, walaupun ada ungkapan lebih baik menunggu daripada ditunggu. Semua tergantung pada pilihan kita masing-masing, apakah menunggu menjadi yang posisi menunggu atau ditunggu. Terkadang kegiatan menunggu menjadi hal yang mengasyikan jika kita mampu memanfaatkannya. Bisa jadi di waktu kala kita menunggu tersebut, kita dapat menemukan sesuatu yang kadang tidak kita sadari pada waktu-waktu yang lain. Sebuah penantian memang akan hadir dalam kehidupan kita. Mau tidak mau kita harus menjalaninya.
All Rights Reserved
Sign up to add LOVE BUT PRESTIGE (REVISI) to your library and receive updates
or
#274membaca
Content Guidelines
You may also like
Amor Almira by ZuwitaArcen
35 parts Complete
Dalam hidup, kita bertemu dengan banyak orang. Tapi hanya sedikit yang mampu mengguncang dunia kita, mengubah arah hidup, dan meninggalkan jejak di hati. Ini adalah kisah tentang dua dunia yang bertabrakan-tentang gadis baik yang jatuh cinta pada laki-laki yang katanya nggak pantas dicintai. Almira Anjani Wirasti, gadis ceria dengan hati selembut senja, tak pernah menyangka bahwa pertemuan singkat di bawah pohon rindang akan mengubah hidupnya. Ia hanya ingin menolong. Tapi dari sentuhan pertamanya, ia malah menemukan luka yang lebih dalam dari sekadar goresan di kulit-luka yang tersembunyi di balik dinginnya tatapan seorang Amor Antariksa Setiawan. Amor bukan tipe pria yang mudah didekati. Kasar, tertutup, dan penuh misteri. Tapi siapa sangka, di balik sikap cueknya, ada hati yang lelah... dan mungkin, hanya butuh seseorang yang cukup nekat untuk mengetuk pintunya. > "Lo nggak takut deketin orang kayak gue?" tanya Amor suatu sore, suaranya serak, tatapannya kosong menatap langit. Almira menghela napas pelan, menatap lukanya, lalu menjawab tenang, "Yang gue takutin bukan lo... tapi kehilangan kesempatan buat bikin lo bahagia." Amor terdiam. Tak ada yang pernah bilang hal seperti itu padanya. > "Gue bukan orang baik," gumamnya. "Gue cuma... rusak." "Nggak ada orang yang terlalu rusak buat dicintai," bisik Almira, menatap matanya yang penuh luka. "Lo cuma belum pernah dikasih alasan buat percaya." Dan sejak hari itu, perlahan-tanpa mereka sadari-dunia yang kelabu mulai berubah warna. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang keberanian mencintai seseorang yang hancur. Tentang bagaimana cinta bisa mengubah arah hidup, menyembuhkan luka lama, dan menciptakan harapan baru. Karena kadang... yang kita butuhkan bukan orang sempurna. Tapi seseorang yang bersedia tetap tinggal, bahkan ketika kita merasa tidak pantas dicintai.
You may also like
Slide 1 of 10
Aku Salah Memaknai Cinta cover
Kaviry cover
Penantian Berharga cover
Fairy Tale cover
About Waiting (TentangPenantian)  cover
Waiting  cover
COMPLICATED- i'm sorry cover
Amor Almira cover
Be My Lover [END] cover
Hello, Kenopsia [✔] cover

Aku Salah Memaknai Cinta

16 parts Complete

Ceritanya mengajarkan kita bagaimana harus berjuang, bagaimana seharusnya manusia bersikap untuk terus melangkah, bangkit, bukan malah hanya ingin meratapi nasib. Menghargai adanya Keluarga, Sahabat, serta Cinta dan Kasih Sayang. Dan bagaimana seharusnya manusia memiliki Keikhlasan, Kesabaran, dan Ketabahan menghadapi takdir yang di berikan oleh yang Maha Kuasa. Cinta tidak selamanya harus berakhir bahagia tapi bisa jadi berakhir sedih yang bisa membuat seseorang merasakan luka yang mendalam. Yang bisa membuat orang enek bahkan muntah jika membicarakan ataupun mengatakan cinta serta bisa membuat orang takut untuk jatuh yang kedua kalinya. Berbeda dari yang lain? Tidak, nyatanya sama saja. Perasaan yang hanya sementara? Iya hanya sementara. Sakit? Pasti Tapi prillya tidak akan tinggal diam, dia akan mengambil pelajaran dari semua ini. Bukan malah menjerumuskan hatinya untuk sakit yang kedua kali.