LDR yuk
  • WpView
    Reads 41,785
  • WpVote
    Votes 1,485
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 17, 2020
Seorang gadis yang cantik dan populer. Hidup yang penuh cinta dengan banyak teman dan 2 Sahabat. Dan suatu hari.. Dia mengenal seorang lelaki yang selalu menemaninya, menunggunya, menghiburnya, menemaninya disetiap hari harinya. Menerima dan mencintai lelaki itu.. Namun akankah rasa cinta itu abadi? Atau akankah ada cobaan yang datang? Akankah mereka tetap bersama? . Semua akan terjawab oleh berjalannya waktu. Akankah rasa cinta menjadi abadi? Atau akan salah satu dari mereka berpaling?
All Rights Reserved
#633
gebetan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Heal
  • Miracle
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Give Me Love
  • Dear Kamu
  • It HURTS
  •  Hope Come Back  ( Completed )
  • Adit, Jogja, dan Dia Season 1 [Season 1]
  • Unforgettable, every second of it
To Heal

Luka yang tak terlihat seringkali lebih menyakitkan daripada yang tampak. Alira hidup dengan dendam dan kebencian yang tak pernah padam, terutama kepada ayahnya-orang yang telah merenggut ibunya. Diasuh oleh keluarga yang memperlakukannya berbeda, ia tumbuh menjadi gadis yang dingin, keras, dan tak ingin bergantung pada siapa pun. Namun, segalanya berubah ketika Aidan kembali ke hidupnya. Sahabat kecilnya yang dulu ia anggap telah menghilang kini berdiri di hadapannya, membawa cahaya yang nyaris padam dalam dirinya. Aidan tak hanya ingin kembali berteman-ia ingin mengubah Alira, membuatnya percaya bahwa luka bisa sembuh dan masa lalu tak harus selalu menjadi beban. Tapi, bisakah seseorang benar-benar pulih dari luka yang sudah terlalu dalam? Ataukah Alira akan tetap terjebak dalam bayang-bayang masa lalunya? Di tengah konflik keluarga, geng sekolah yang menambah kekacauan, serta perasaan yang mulai berubah, Alira harus menemukan jawabannya sendiri. Karena terkadang, perjalanan untuk pulih justru lebih menyakitkan daripada lukanya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines