RAKENZA

RAKENZA

  • WpView
    LECTURAS 162,919
  • WpVote
    Votos 14,190
  • WpPart
    Partes 52
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ago 2, 2020
"Setiap orang punya sudut pandangnya sendiri tentang apa itu kebahagiaan." Itulah yang Raken katakan ketika ada yang berpikir betapa tidak bahagianya jadi dia. Raken adalah pemuda biasa, tapi di sekolahnya dia dianggap luar biasa. Luar biasa tolol karena sudah dua puluh tahun, tapi belum juga lulus. Cap jelek menempel di jidatnya seperti aib karena selain tolol dia juga tinggal di sarang penjahat. Di mata orang, tak ada yang bagus di dirinya. Bahkan tampangnya yang rupawan, tak bisa menolongnya. Tak ada yang mau berteman dengannya dan masa lalu pahit terus menghantuinya. Tapi semua itu tak jadi soal. Pandangan risi dan buruk orang-orang padanya, Raken tanggapi dengan tawa. Dia yakin hatinya sudah berlapis baja, siapa pun "mungkin" takkan bisa menghancurkannya. (Publish ulang karena revisi. Perbaikan tipo, bukan plot cerita)
Todos los derechos reservados
#748
perjuanganhidup
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • EPIPHANY
  • Trust
  • ELANG [End]
  • RAKA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • CAHAYA DI BALIK LUKA [END]
  • Naura & Lukanya
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • MAS RAKHA (END)
  • Rakhmal And His Story [Terbit]
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido