We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Checkmate

Checkmate

  • WpView
    Reads 2,278
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 5, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku selalu melihatnya, tetapi ia melihat yang lain. Awalnya hanya bercanda, tapi akhirnya perasaan pun ada. Pertama karena terpaksa, lama kelamaan pun terbiasa. Bermula dari sebuah permainan, terbongkar semua rahasia. Sesungguhnya, siapa yang sedang dipermainkan? Diriku atau dirinya? Sakit memang, tetapi jika aku diberi kesempatan kedua, Aku akan tetap memilihnya. Apakah mencintaiku merupakan hal yang sesulit itu? Sama-sama sayang, tapi tidak bisa bersatu. Sama-sama peduli, tetapi saling menipu. Sama-sama cinta, namun saling menyakiti. Sama-sama rindu, tapi menyayat hati. Terlanjur terikat janji, maka tak bisa memiliki. Memaafkan? Tentu saja, tapi tidak dengan melupakan.
All Rights Reserved
#292
2019
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEVIL LIKE AN ANGEL
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • GANARA
  • DESTROYED IN DESIRE | 🔞 |DARKROMANCE🖤
  • Bukan Pernikahan Impian(TAMAT)
  • Silent Obsession
  • [BL] My Older Brother
  • Kami Selalu Berbeda

Sella menggigiti kuku ibu jarinya berulang kali, jantungnya berdetak lebih cepat, matanya meniliti ruangan dengan rasa ketakutan, kepala gadis itu terasa penuh dengan bisikan-bisikan aneh. Sella memukul-mukul kepalanya beberapa kali, berharap suara itu menghilang dari kepalanya. Bayangan mengerikan beberapa waktu lalu kembali terlintas dalam benaknya, membuat tubuhnya kembali bergetar ketakutan. Suara pintu yang di buka membuat Sella terkejut, dan berteriak histeris. "Tolong, tolong gue janji bakal nurut, gue janji." ujar Sella dengan isakan tangisnya. Tangan gadis itu memohon dengan bergetar, membuat sosok yang berada di depan pintu itu terkejut ketika melihat betapa ironisnya wujud Sella. Sella menatap mata sosok di depannya dengan tangis yang tidak berhenti. Sorotnya menunjukkan kalau gadis itu sangat putus asa. "Bawa gue dari sini, tolong," lirihnya dengan suara yang hampir habis. Tanpa Sella sadari darah segar sudah mengalir dari tangannya, karena jarum infus yang terlepas secara asal. ____________ ⚠️ WARNING 🔞 (Mohon dimaklumi apabila ada typo yang bertebaran karena ngetiknya lewat hp 😭🙏) Happy Reading!! ❤ [ cover by : pinterest ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines