Alfadh bermimpi ingin menjadi seorang pemimpin. Ia ingin menjadi seorang pemimpin karena ia ingin melindungi orang-orang sekitarnya. Ia termotivasi karena ayahnya adalah seorang ketua KPK yang hebat, handal dan bijaksana. Namun, mimpinya diuji ketika ia dihadapi oleh kasus pembunuhan orang tuanya yang tak terungkap selama bertahun-tahun. Alfadh stres berat akibat menyaksikan pembunuhan itu secara langsung dan trauma melihat wajah buruk rupa sang pelaku. Dalam usianya yang masih kecil, Ia terus menguatkan dirinya agar dapat menjalani hidup dengan waras. Pelaku yang membunuh kedua orang tuanya adalah seorang menteri sosial yang sekaligus ayah kandung dari sahabatnya yang bernama Damian. Damian meninggalkan Alfadh selama bertahun-tahun lalu bertemu kembali saat SMA. Mereka terus berselisih satu sama lain namun dileraikan oleh teman sekelas mereka yang bernama Polin. Polin menjadi dekat dengan mereka sampai-sampai Alfadh membocorkan peristiwa pembunuhan itu padanya. Alfadh teringat kalau Polin bercita-cita ingin menjadi seorang jaksa. Dengan begitu, Alfadh meminta Polin untuk menuntut ayah dari Damian. Polin terkejut dan tertawa kecil karena ia memiliki peran untuk menuntut seorang ayah dari sahabatnya sendiri. Dengan banyak pertimbangan, akhirnya Polin menerima tawaran itu karena ia ingin membantu dua orang sahabatnya. Pada akhirnya, mereka bersatu menjadi satu tim untuk mengupas kasus pembunuhan itu.
More details