Diary Seorang Anak

Diary Seorang Anak

  • WpView
    Reads 723
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 3, 2017
Kematian ayah nya 2 bulan yang lalu , masih meninggal kan bekas di dirinya. Revan dwi Andhika , remaja yang kini usianya sudah menginjak usia 16 tahun itu masih tidak percaya bahwa ayahnya meninggal begitu saja. Penyelidikan sudah di lakukan polisi , namun polisi hanya menyatakan bahwa ayahnya menerobos rel kereta api , dan kemudian ditabrak oleh kereta api yang melaju dengan sangat cepat. Namun, Revan tidak percaya akan hal itu. Ia yakin ayahnya tidak akan melanggar peraturan itu , ia juga tau bahwa ayahnya tidak pernah melanggar peraturan yang sudah di tetapkan. Karena itu , Revan bertekad untuk menyelidiki kasus ayah nya yang di bilang masih menjadi misteri. Akankah Revan bertemu berhasil memecahkan kasus ayahnya ?
All Rights Reserved
#64
diary
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Horibble Woman (END)
  • Cheese Cake (A Mystery Novel)
  • DISGUISE
  • Dibalik Lencana Dan Sketsa
  • Hidden Gang | Enhypen Le Sserafim: Hybe [✓]
  • Cyan Teal
  • Hidden
  • Entangled
  • ALIF (TERBIT)
  • SAKINAH

YANG MASIH DI BAWAH 19+ SKIP CEIRTANYA, DISINI ADA BEBERAPA ADEGAN YANG MENGANDUNG 🔞 Bagaimana jadinya jika musuh berubah menjadi seseorang yang kita cintai? "A collection of weak earthworms!" ucapnya sinis seraya mengacungkan jempol kebalik. Sang ketua dan juga anggota DAREDEVIL lainnya tercengang mendengar ejekan itu. Terutama ketua dari mereka, Alexander Galaxi. Tangannya mengepal hingga kuku-kukunya memutih menahan amarah. "Tuh orang siapa sih, gak ada peting beliung dateng-dateng jadi pengacau." ucap Bima Bastian anggota dari geng Alexander. "Nyari mati mungkin!" tukas cowok yang bernama Bagas Raymond. Senyum mengejek terpancar di balik masker itu. Aura kekejaman dan dendam telah membutakannya. Dendam yang sudah lama ia pendam, dan sudah saatnya dia membalaskan semua pada orang-orang sampah itu. "Musuh baru." ucap Alexander dingin. [CERITA INI MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, PENUH KEKERASAN, PELECEHAN. HARAP BIJAK UNTUK MEMBACA.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines