Diary Seorang Anak

Diary Seorang Anak

  • WpView
    Reads 721
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 3, 2017
Kematian ayah nya 2 bulan yang lalu , masih meninggal kan bekas di dirinya. Revan dwi Andhika , remaja yang kini usianya sudah menginjak usia 16 tahun itu masih tidak percaya bahwa ayahnya meninggal begitu saja. Penyelidikan sudah di lakukan polisi , namun polisi hanya menyatakan bahwa ayahnya menerobos rel kereta api , dan kemudian ditabrak oleh kereta api yang melaju dengan sangat cepat. Namun, Revan tidak percaya akan hal itu. Ia yakin ayahnya tidak akan melanggar peraturan itu , ia juga tau bahwa ayahnya tidak pernah melanggar peraturan yang sudah di tetapkan. Karena itu , Revan bertekad untuk menyelidiki kasus ayah nya yang di bilang masih menjadi misteri. Akankah Revan bertemu berhasil memecahkan kasus ayahnya ?
All Rights Reserved
#495
polisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Adili Kami
  • Dibalik Lencana Dan Sketsa
  • REVAZKAR (Sudah Terbit)
  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • Horibble Woman (END)
  • ALIF (TERBIT)
  • Cyan Teal
  • Cheese Cake (A Mystery Novel)

Alfadh bermimpi ingin menjadi seorang pemimpin. Ia ingin menjadi seorang pemimpin karena ia ingin melindungi orang-orang sekitarnya. Ia termotivasi karena ayahnya adalah seorang ketua KPK yang hebat, handal dan bijaksana. Namun, mimpinya diuji ketika ia dihadapi oleh kasus pembunuhan orang tuanya yang tak terungkap selama bertahun-tahun. Alfadh stres berat akibat menyaksikan pembunuhan itu secara langsung dan trauma melihat wajah buruk rupa sang pelaku. Dalam usianya yang masih kecil, Ia terus menguatkan dirinya agar dapat menjalani hidup dengan waras. Pelaku yang membunuh kedua orang tuanya adalah seorang menteri sosial yang sekaligus ayah kandung dari sahabatnya yang bernama Damian. Damian meninggalkan Alfadh selama bertahun-tahun lalu bertemu kembali saat SMA. Mereka terus berselisih satu sama lain namun dileraikan oleh teman sekelas mereka yang bernama Polin. Polin menjadi dekat dengan mereka sampai-sampai Alfadh membocorkan peristiwa pembunuhan itu padanya. Alfadh teringat kalau Polin bercita-cita ingin menjadi seorang jaksa. Dengan begitu, Alfadh meminta Polin untuk menuntut ayah dari Damian. Polin terkejut dan tertawa kecil karena ia memiliki peran untuk menuntut seorang ayah dari sahabatnya sendiri. Dengan banyak pertimbangan, akhirnya Polin menerima tawaran itu karena ia ingin membantu dua orang sahabatnya. Pada akhirnya, mereka bersatu menjadi satu tim untuk mengupas kasus pembunuhan itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines