MIKA and WULAN

MIKA and WULAN

  • WpView
    MGA BUMASA 115
  • WpVote
    Mga Boto 7
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Apr 2, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue yakin kalau matahari akan segera datang dan muncul dari awan. Gue juga yakin kebahagiaan juga akan datang dan kesedihan akan segera pergi" Wulan tersenyum. Setiap orang punya cinta pertamanya. Begitu juga dengan Wulan dengan cinta pertamanya, walaupun dia pergi. Wulan mengejar untuk bisa dekat dengannya. Namun sayang semua itu harus dibayar dengan rasa sakit hati. Tanpa disadari ada seseorang yang tengah memperhatikannya dari jauh. Pertemuan pertama kalinya dengan manis itu, membuatnya jatuh cinta. Meski dia bukan cinta pertamanya tapi dia mengajarkan hal berharga. Apakah mencintai lebih menyenangkan daripada dicintai ? Dua sahabat yang ingin mengutarakan isi hatinya tapi tidak berani untuk mengambil kesempatan yang ada. Tidak ada yang sia-sia dari sebuah usaha. Seperti aku yang berusaha mengerti kamu, mempercayaimu. Jika ini berakhir sia-sia. Setidaknya aku pernah mencoba.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • STILL IM SURE WE LOVE AGAIN
  • My Heart Boat
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Ex or New? [REVISI]
  • My Bricks
  • Erlangga
  • Different girl
  • langit biru

Mereka bilang cinta sejati dimulai saat dua mata bertemu dan hati saling bicara. Tapi bagaimana jika cinta itu tumbuh bahkan sebelum tatapan pertama? Sebelum genggaman tangan, sebelum tahu wangi tubuh satu sama lain? Aku bertemu dengannya bukan di dunia nyata-bukan di taman sekolah, bukan di perpustakaan, bukan di halte hujan yang romantis seperti dalam film. Tapi lewat suara. Lewat pesan yang datang di malam sunyi, ketika dunia tidur dan hati manusia paling jujur bicara. Namanya Arka. Ia hadir dalam hidupku sebagai suara yang hangat, perhatian yang manis, dan rasa yang perlahan menjalar hingga tak bisa kuabaikan. Kami belum pernah bertemu. Tapi perasaanku padanya nyata-nyata seperti degup jantungku saat membaca pesan darinya, nyata seperti senyum bodohku tiap kali mendengar suaranya memanggil namaku. Namun, cinta yang lahir dari kejauhan juga membawa luka yang sunyi. Ketidakpastian, pertanyaan tanpa jawaban, rindu yang tak bisa dipeluk. Aku menulis kisah ini bukan untuk membuatmu percaya bahwa semua cinta jarak jauh akan berhasil. Tapi untuk menunjukkan bahwa beberapa cinta, meski tak bertahan, akan selalu tinggal di hati. Dan aku masih percaya... Still, I'm sure we love again. - Nayla

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman