27
  • WpView
    Reads 1,409
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 29, 2019
WpInfo
Poetry
Aku mengenalmu tanpa sengaja. Lucu sekali saat ku jumpa pertama kali dengannya. Tawanya sore itu selalu ku ingat. Aku ingin menceritakan bagaimana aku bisa mencintainya walau aku menyembunyikan rasa ini. Hanya lembaran kertas dan dinding yang mengerti namanya saat itu. Hanya sebuah bait bait dan sajak sajak yang dapat ku tuliskan untuknya. Aku tak tau harus berkata apa saat aku berjumpa bersamanya. Aku bukan lah wanita yang ingin memilikimu. Aku bukan wanita yang ingin bersanding denganmu. Aku bukan wanita yang ingin bersamamu. Tapi aku hanyalah wanita yang ingin berteman denganmu. Tak lebih. Karena ku tau. Ku taakan mendapatkan dirimu. Yang ku anggap sempurna walau kau telah lama hilang. Kau bukan cinta pertamaku. Kau juga bukan laki laki yang membuatku merasa dicintai. Kau juga bukan laki laki yang kucintai paling lama dihidupku. Tapi kau laki laki yang dapat membuatku tak bisa melupakan kisahku dan kisahmu. Semoga kita bisa menjadi teman. Tak lebih. Dan tak mungkin lebih. Tapi percayalah. Tuhan akan menjagaku dan kamu. Dan hanya Tuhan yang tau sebagaimana besar rasa ini kepadamu. Kata kata ini ku tulis hanya untukmu. Agar kau tau bagaimana caraku mencintaimu. Caraku memilihmu. Caraku menemukan dirimu. Kau adalah patah hati terbaikku. Walau kau telah hilang. Walau telah banyak yang menggantikanmu. Kau tak dapat tergantikan. Walau rasa yang ada ikut pergi bersama bayangmu. Walau raga ini sudah tak menginginkanmu. Walau cinta ini tak tertuju padamu. Percayalah kau akan selalu menjadi yang terbaik di hidupku. Terimakasih untuk hari hari yang telah kau berikan kepadaku. D.
All Rights Reserved
#91
realstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • When Love is Breaking
  • di akhir perang
  • Ruang yang tak Bernama
  • Love In Silence
  • Dusk In Your Eyes
  • [END] Blind Rainbow
  • I Love You
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Kamu [SELESAI]✔

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines