Look After

Look After

  • WpView
    Reads 774
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 26, 2021
Ini bukan soal bagaimana mencari racikan yang enak untuk sekedar membuat nasigoreng. Bukan pula menanyakan lagi berapa sendok gula yang harus dituang agar kopi tidak terlalu manis dan tidak terlalu pahit. Tapi aku lupa, dia tidak suka kopi. Jadi aku tak harus susah payah untuk mempelajarinya. Mungkin katamu aku hanya mempelajari apa yang disukainya, ku pikir tidak. Buktinya, aku selalu mempelajari bagaimana jantung bisa merespon cepat ketika aku didekatnya. Itu adalah salah satu hal yang tidak disukainya, karena menyangkut pelajaran biologi yang sangat ia benci. Oh maaf, bukan pelajarannya yang dia benci. Namun, gurunya!
All Rights Reserved
#11
kurnia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAS, DOKTER AKU CINTA KAMU (TAMAT)
  • DikaRanggi
  • Menjemput Tulang Rusuk
  • Salted Caramel
  • Doctor Lover's
  • eyes...nose...lips
  • Serpihan Luka
  • One Life [Completed]
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Doctor Lil-Daddy [END]

"Dokter jujur saya masih takut". "Jangan takut, saya akan menjaga anda selama operasi berlangsung, saya akan mempertanggung jawabkan semuanya". Dea merasa lega mendengar kata-kata dokter Raka barusan. "Dok, bisa tidak mengantar saya kerumah terlebih dahulu, mengambil perlengkapan saya, sebelum ke rumah sakit". Dan lagi lagi dokter Raka mengangguk demi tanggung jawab dokter kepada pasien. "Makasih ya dok". "Ia sama-sama". "Oiya dok, saya panggil mas Raka boleh?". Dan Dokter Raka pun mengangguk. Dea tersipu malu meminta dirinya untuk memanggil dokter Raka dengan sebutan Mas Raka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines