Story cover for Look After by NiaKurnia436
Look After
  • WpView
    Reads 774
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 774
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Mar 23, 2017
Ini bukan soal bagaimana mencari racikan yang enak untuk sekedar membuat nasigoreng. 
Bukan pula menanyakan lagi berapa sendok gula yang harus dituang agar kopi tidak terlalu manis dan tidak terlalu pahit.  Tapi aku lupa,  dia tidak suka kopi. Jadi aku tak harus susah payah untuk mempelajarinya. 
Mungkin katamu aku hanya mempelajari apa yang disukainya,  ku pikir tidak. Buktinya,  aku selalu mempelajari bagaimana jantung bisa merespon cepat ketika aku didekatnya. Itu adalah salah satu hal yang tidak disukainya,  karena menyangkut pelajaran biologi yang sangat ia benci. Oh maaf,  bukan pelajarannya yang dia benci. Namun,  gurunya!
All Rights Reserved
Sign up to add Look After to your library and receive updates
or
#113after
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
AIRen cover
Doctor Lover's cover
Menjemput Tulang Rusuk cover
(Selesai) Incurable cover
Perihal Hati cover
🥝 D I E T 🥝 cover
One Life [Completed] cover
eyes...nose...lips cover
Doctor Lil-Daddy [END] cover
Cinnamon Heart cover

AIRen

15 parts Ongoing

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."