Ketika Cahaya Turun

Ketika Cahaya Turun

  • WpView
    Reads 227
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 24, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Zaman sekarang hijab itu cuma sekedar kedok, untuk menutupi kelicikan mereka. Coba deh loe lihat! Banyak para teroris, yang menculik orang, lalu membunuhnya. Mereka semua berhijab dan bersorban. So ... apa loe pikir, mereka orang baik!" Tekanan batin dari sahabatnya pun, membuat perasaan Rara semakin bergejolak penuh benci dan membakar hati nuraninya. Hingga dia mengambil keputusan untuk meninggalkan rumah. Rara tinggal di sebuah rumah tua di ujung jalan Jendral Sudirman, bersama empat orang lelaki berandalan yang dia temui, saat dia hancur. Mencopet dan mengamen menjadi pekerjaannya. Hingga dia bertemu dengan sosok pemuda yang berwajah tenang. Saat kedua bola matanya saling beradu, berbicara dalam keheningan. Menyelamatkannya dari amukan massa. "Mata itu ... mengingatkanku akan cahaya yang telah lama padam, dan meninggalkanku dalam kegelapan." Bunga-bunga cinta mulai bersemi di hati keduanya, tetapi perjodohan telah mengikat raga pemuda itu. Pertentangan sempat terjadi antara H. Dullah dengan anaknya, yang mencintai seorang pencopet. Akankah pemuda itu tetap memperjuangkan cintanya yang tumbuh untuk Rara, atau menuruti peritntah ayahnya, menikah dengan tunangan masa kecilnya? Hong kong, 14/05/15
All Rights Reserved
#968
pilihan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Arkansa
  • I love you, Mas Duda
  • The Last Birthday With You
  • tentang sebuah rasa
  • HIDIYAH (7 PASANG MUJAHID) TERBIT
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • Accidental' (END)
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
AURORA

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines