Waktu terus bergulir... berjalan tanpa henti. Meninggalkanku yang masih terdiam, termenung. Waktu, diam untuk melihatku membuat kesalahan, lalu menertawakanku saat kesalahan itu menjeratku erat, dan meninggalkanku saat aku jatuh ke dalam lubang penyesalan.
Ah, rasa sesal itu...
Sakit.
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
"Aku memilih untuk menyukaimu diam-diam selama ini, jadi kalau aku harus cemburu bahkan terluka, aku juga akan merasakannya diam-diam. Jangan khawatirkan aku."
Sejak saat itu semuanya berubah.