We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Memory
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 23, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Adrian Pradipta Cowok yang punya sifat dingin, cuek, ketus, tak tersentuh, agak nakal tapi alim. Adrian adalah most wanted disekolahnya, karena ia sangatlah tampan. Adrian juga cukup pintar, hanya saja dia pemalas. Namun ada satu rahasia yang tidak diketahui siapapun, kecuali keluarga dan sahabatnya. Apakah rahasia itu? Hidupnya pun sangat berubah ketika mengenal Eliza. Hari-harinya tak tenang, karena Eliza selalu merecokinya. Dan Adrian tak suka diganggu. ••• Eliza Dafiya Alawy Adalah cewek super cerewet, periang, petakilan, dan gak bisa diam. Pekerjaannya saat belajar mengajar berlangsung itu tidur. Tapi semua itu hanyalah topeng belaka. Banyak hal yang Eliza pendam sendiri. Tapi, semuanya berubah ketika ia mulai mengenal Adrian, cowok es yang membuatnya penasaran. Bagaimana jika mereka disatukan? Akankah kisah cinta mereka berjalan dengan baik atau malah sebaliknya?
All Rights Reserved
#319
memory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Numbness (selesai)
  • Ellandra's Secret
  • TELUK ALASKA [SELESAI] ✅
  • Secret Admirer [END]
  • ALESYA (END)
  • Sweetest Girlfriend [17+] ✓
  • DISA | broken
  • From Daffa To Adel [Completed]
  • In Seventy Days

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines