A L V A R O  &  A L V A R A .

A L V A R O & A L V A R A .

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 1, 2018
Kisah cinta klasik sepasang remaja yang memiliki nama hampir sama. "Kamu kalo nakal lagi ntar aku cium loh" ujar Aro sembari tersenyum mesum. "Dih ogah!!! Pergi sana lo dasar mesum!! Jauh-jauh gih sana. Hush hush" ujar Ara seraya melambaikan tangannya dengan maksud mengusir. "Ntar kalo aku pergi lagi kamu kangen lagi lohh. Kangen itu berat, kamu ngga bakal kuat nanggungnya cukup aku aja yang nanggung sewaktu kita berpisah dulu" jawab Aro dengan muka "sok" sedihnya. "Kali ini quote siapa lagi yang lo ambil ro?" Balas Ara jengkel. "Ngga tau hehehehe" jawab Aro dengan cengengesan "Lupa" sambungnya sembari menggaruk kepala bagian belakangnya. DEG. Kisah cinta dari sepasang remaja yang bernama Alvaro Orlando Arsenio & Alvara Qiandra Lillo
All Rights Reserved
#104
sahabatkecil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • AlAz  (end)
  • AILAH(END)✅
  • Liora&Rheo
  • FIKSY [ Selesai ]
  • Pemilik Hati Ketos Dingin (Tamat)
  • JANUARGHA
  • ALENA &  ALDO

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines