Her Pain

Her Pain

  • WpView
    Membaca 11
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jun 25, 2018
Seperti biasanya Rananda termenung meratapi takdirnya yang jauh dari kata indah. Ingin sekali aku memeluk tubuh mungilnya dan mengatakan bahwa semua baik baik saja, namun aku tak ingin kejadian itu terulang lagi. -Ficky Febriano Sebenarnya mengapa selalu keburukan yang datang? Apakah karena aku tak seharusnya ada didunia ini? Akankah aku menemukan sebuah jawaban?. -Rananda Abighail Ketika seluruh manusia sudah tak bisa Ran percaya, seakan semua kesempatan untuk mencintai ia anggap sebagai bualan, kedatangan Ficky pun tak ia hiraukan. Dia Rananda Abighail yang sudah hancur dan rapuh menunggu seseorang untuk memeluknya dan memberinya kekuatan. Seorang wanita yang tak memiliki harapan, entah hingga kapan ia akan menutup pintu hatinya dari semua orang bahkan, orang tuanya sendiri.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#16
newbee
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • H-30 (Freenbecky)
  • Time Release
  • MATCH MADE IN HEAVEN 2 (SELESAI)
  • SHATTERED ILLUSIONS (TAMAT)
  • Jatuh Cinta Lagi
  • Promise
  • Karena Kamu Rumahnya
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • Friend Or Crush? (COMPLETED)

Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan