My Story

My Story

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2020
Bagaimana perasaanmu ketika harus hidup dengan ribuan tantangan, jutaan kesengsaraan, dan milyaran cemooh ?? Sakit. Pasti. Itulah yang harus Dhea rasakan . Bukankah menyakitkan ?? Aku termenung di tengah jendela kamarku. Seperti biasa, aku kini tengah mengeluh dengan kondisi yang Tuhan berikan padaku. Hidup tanpa kasih sayang seorang ayah, tanpa kondisi fisik yang sempurna, tanpa kebanggaan yang berarti. Bukankah menyedihkan ?? Aku terus menanti waktu yang akan membawaku menuju alam kekal abadi, bertemu Tuhan yang menciptakanku dengan bahagia tanpa beban sedikitpun. Tapi kapan Tuhan ? Kapan Kau ambil aku kesisiMu ? ( Dhea Pradibta ) Aku tau ia tak cantik, jutek, pemarah, dan lainnya yang membuat aku membencinya. Tapi terkadang aku selalu melihat tatapan kesedihan, kehampaan yang membuatnya terlihat menyedihkan. Aku sungguh iba padanya. Tapi aku juga membencinya. ( Revanno Caspar Pradana )
All Rights Reserved
#33
dhea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • this hurt ✔️
  • Full Of Scratches
  • TWINS!
  • The Story Of Aghea

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines