We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
When The Rain Falls

When The Rain Falls

  • WpView
    Reads 420
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing3h 25m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 20, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Kiran, Cewek yang akan menangis setiap saja hujan turun. Dan kehidupannya tidak berjalan mulus, ketika ia harus hidup dalam tekanan dan perintah. Tidak ada pilihan mengharuskannya ikut masuk dalam kehidupan Kiro, cowok menyebalkan yang begitu cinta pada hujan. Dan itu sangat berbanding terbalik dengan Kiran. Semuanya berawal ketika hujan turun. Kiran dengan mata yang mulai berkaca-kaca memandang ke langit, berharap hujan segera reda. Lalu seorang cowok melintas begitu saja, membuat pakaian sekolahnya kotor penuh cipratan air. "Kamu lihat-lihat dong kalo jalan!" Teriak Kiran. Kiran melirik pakaian sekolahnya, sesegukan ketika air matanya mulai berjatuhan. Itu malah membuatnya semakin benci dengan hujan. Tiba-tiba seseorang berdiri didepannya, berpegang payung dan menatap Kiran dengan tatapan bingung. Dan itu awal ketika ia bertemu dengan Rei, cinta pertamanya.
All Rights Reserved
#476
laut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jangan Berpaling Dariku
  • TAKDIR MAISARAH ( ON GOING )
  • surat dari praha
  • Nyanyian Sunyi Sang Sundayana
  • Melting Pole
  • Unforgettable Love
  • senyuman Terakhir [ C ]
  • FR JOURNEY
  • ADA SENJA DI TULUNGAGUNG (MILA)

Berkahwin dengan lelaki yang dia cinta merupakan impian dalam hidup Aina. Bahagia... itu yang dia mahu bersama Benjamin. " Sampah apa yang kau bagi pada aku ni?" kasar suara Benjamin menyoal. Aina mengambil dokumen yang dilemparkan Benjamin di atas meja lalu dia membelek sekali lagi. Rasanya tiada kesilapan yang dia lakukan kerana dia telah menyemak berkali-kali sebelum menghantarnya kepada Benjamin. " Erk... ini kan dokumen yang Encik Benjamin suruh saya buat." Aina membalas perlahan. Dan dia rasa ingin menampar mulut sendiri kerana menjawab. " Ini bukan dokumen yang aku suruh kau buat tapi ini sampah! Benda macam ni patut masuk dalam tong sampah, bukan kat atas meja aku!" Benjamin membentak kuat. Namun hidupnya seakan tercampak ke dalam lembah kedukaan bila Benjamin sering menolaknya jauh dari sisi. Bertahan atau mengalah... apa yang harus dia lakukan? Dibenci suami sendiri, sanggupkah Aina bertahan di sisi Benjamin?

More details
WpActionLinkContent Guidelines