The Chance

The Chance

  • WpView
    Reads 3,481
  • WpVote
    Votes 178
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Thu, May 4, 2017
Tatapan sendu itu mengarah padaku, ia juga menggenggam tanganku seerat mungkin. "Beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku dimasa lalu.." Aku menelan ludahku susah payah ketika kata-kata itu meluncur dengan mudahnya dibibirnya. Aku tidak menjawabnya, pikiranku masih kalut. Apa ini benar dirinya ? Maksudku.. Aku belum pernah melihat dirinya yang memohon padaku seperti ini dan ingatan masa lalu mengenainya dirinya pun melaju begitu saja. Aku masih ingat betul sifatnya yang sangat egois, galak dan juga sombong. Dan sekarang, lihatlah.. Dia berubah 100%.. Dari penampilannya aku bisa menebak kalau dia berprofesi sebagai polisi, mengikuti jalan Ayahnya dulu.. Ku akui ia memang sangat berbakat. Namun, ingatan mengenainya tidak pernah hilang dipikiranku.. Dia masih sama.. Dia adalah pemilik hatiku sejak dulu sampai sekarang, tapi.. Masalah kesempatan.. Aku harus memikirkannya dengan baik, bukan ? Walaupun begitu, ia juga pernah menyakitiku.. ---- Cerita kedua.. Jadwal update bisa cek profil..
All Rights Reserved
#35
psicopath
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • Rendra & Lila [END]
  • Second Chance (Setialah Bersamaku)
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • Angel To Raya (END)
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines