The Chance

The Chance

  • WpView
    Reads 3,482
  • WpVote
    Votes 178
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Thu, May 4, 2017
Tatapan sendu itu mengarah padaku, ia juga menggenggam tanganku seerat mungkin. "Beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku dimasa lalu.." Aku menelan ludahku susah payah ketika kata-kata itu meluncur dengan mudahnya dibibirnya. Aku tidak menjawabnya, pikiranku masih kalut. Apa ini benar dirinya ? Maksudku.. Aku belum pernah melihat dirinya yang memohon padaku seperti ini dan ingatan masa lalu mengenainya dirinya pun melaju begitu saja. Aku masih ingat betul sifatnya yang sangat egois, galak dan juga sombong. Dan sekarang, lihatlah.. Dia berubah 100%.. Dari penampilannya aku bisa menebak kalau dia berprofesi sebagai polisi, mengikuti jalan Ayahnya dulu.. Ku akui ia memang sangat berbakat. Namun, ingatan mengenainya tidak pernah hilang dipikiranku.. Dia masih sama.. Dia adalah pemilik hatiku sejak dulu sampai sekarang, tapi.. Masalah kesempatan.. Aku harus memikirkannya dengan baik, bukan ? Walaupun begitu, ia juga pernah menyakitiku.. ---- Cerita kedua.. Jadwal update bisa cek profil..
All Rights Reserved
#318
chance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ngger adalah vandyku
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • ajinanta (ON GOING)
  • Beautiful Sunset
  • Hubungan dalam Kerumitan (End)
  • Angel To Raya (END)
  • Full Of Scratches
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • False Hopes

hatiku tersobek. terkoyak! entahlah..aku bingung mendiskripsikannya. aku tak tau harus bagaimana menceritakan sakitnya. hatiku sudah tak utuh! begitu yg ku tau.. . manusia yg kucintai ini jelas penyebab perihnya. aku tak tau apa yg ada diotaknya. lebih frontal jika waktu itu aku tak takut dosa mungkin sudah kubunuh dia. kubuka batok kepalanya agar aku bisa mencuci otaknya! gila! yaa gila mungkin gambaran yang tepat untuk khayalan pembunuhan yang ku bayangkan. lagi-lagi hanya khayalan. aku masih cukup waras untuk mengabiskan sisa usiaku dengan baik,bukan hanya karna emosi ku yang meledak saat orang yang tak kurang dari 4tahun ini menghujam jantungku tanpa ampun dengan mengkhianatiku lantas aku di bui karna membunuhnya. . 'mengapa begitu tega?' jerit batinku berkali-kali yang dengan begitu otakku membenarkan tentang apa yg ku khayalkan. membuka batok kepalannya agar aku bisa mencuci otaknya adalah hal yang mungkin akan membuatku puas sekaligus membuat batinku menjerit lebih keras lagi. kenapa? yaa alasannya sudah sangat jelas. aku sangat mencintainya tidak kurang dari 4th ini. . . . hallo ini pengalaman pertama ku menulis di wattpad. tentu dukungan dan partisipasi juga saran kalian sangat ku butuhkan. cerita ini 70% real, 30% bumbu penyedap. selamat membaca ❤❤❤

More details
WpActionLinkContent Guidelines