Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Dear B
  • WpView
    Reads 487
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 18, 2017
Hujan menghujam bumi dengan sangat deras. Gadis itu berada dibawah hujaman sang hujan. Air matanya mengalir deras dihapuskan oleh sang hujan, siapa pun yang melihatnya tak akan tahu kalau gadis ini menangis. Seorang lelaki berdiri dihadapan gadis itu. Menatap datar gadis yang sedang menangis dihadapannya. "aku cuman mau kamu jujur buat yang satu ini, aku tau kamu gak seriusan orangnya tapi aku mohon demi hubungan kita kamu serius" ucap gadis itu terisak. Ia menatap nanar pria didepannya, didalam hatinya ia berharap kalau pria itu bisa serius dan mempertahankan hubungannya. "aku enggak bisa serius" ucap pria itu membuat gadis didepannya menangis lebih kencang. Gadis itu kecewa. Sangat kecewa.
All Rights Reserved
#41
schoollovestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • She's In The Rain; Jung Eunha
  • Death Rose (Taehyung-Rose)✅✅
  • Narasi patah hati
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • DIA (Completed)
  • BROKEN HEART [END]
  • FIZYA
  • RAINKA - SUDAH TERBIT

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines