SIRAH ANNABAWIYAH 1

SIRAH ANNABAWIYAH 1

  • WpView
    Reads 4,599
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Mar 30, 2017
WpInfo
Fiction
Social Themes
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?". "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Diam [DI TERBITKAN]
  • My Sweet Imam [SELESAI]
  • Dear Surga
  • Semusim di Bandung [SELESAI]
  • Sang Calon Makmum [SELESAI]
  • Cinta Dalam Do'a {SELESAI}
  • Dalam Hijrah Cinta
  • ilmu islam📚
  • Lantunan Surah Asy-Syams

Cinta Dalam Diam (Telah Terbit) Versi Wattpad dan Cetak/buku 70% beda. Kirim format ke : 08998179253 Nama Lengkap : Alamat Lengkap : No Hp : Jumlah Buku : "Barang siapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya." (H.R. Abu Dawud) "Karena cinta sejati, yaitu kecintaan seorang hamba kepada Illahi Rabbi." "Fatimah, aku sudah lama menyukaimu. Maukah kamu menerima cintaku?" ucap Fikry menatap Fatimah, tetapi yang di tatap hanya menunduk tak melihatkan wajahnya. "Maksud Kakak?" tanya Fatimah. "Maukah kamu jadi pacarku. Aku sungguh mencintaimu." "Maaf Kak, aku tidak bisa. Jika memang Kakak mencintaiku, tidak akan mungkin Kakak mengajakku untuk melanggar aturan Allah. Maaf Kak, terima kasih karena telah berkata jujur. Jika memang kita berjodoh, maka Allah akan mempersatukan kita," titah Fatimah, dia tersenyum sekilas, kemudian kembali menunduk. "Dan terima kasih untuk semua ilmu yang pernah Kakak ajarkan pada saya. Besok, kemungkinan saya sudah tidak bersekolah di sini lagi. Saya permisi pamit Kak." 🍁🍁 Banyak orang bilang masa SMA adalah masa remaja mengenal jati diri dan cinta. Ya, Fatimah akui itu. Diam-diam dia telah melabuhkan hatinya pada seseorang. Namun, Fatimah tahu yang dia lakukan salah. Maka dari itu, ia ingin untuk mengikhlaskan semuanya, biarkan semua berjalan sebagaimana mestinya. "Aku yang pernah mensemogakan namamu dalam do'aku." "Sejarah ini akan selalu tersimpan sepanjang hidupku. Di mana aku melangkahkan kaki ini meninggalkan semua hal yang telah di larang Rabb-ku. Dari kisah ini, aku menemukan arti cinta. Walau, pada akhirnya aku tahu, hanya ada dua pilihan dari cinta, bersatu atau berpisah." -Fatimah Az-Zahra Abdurrahman.-

More details
WpActionLinkContent Guidelines