Hi, Gamer.

Hi, Gamer.

  • WpView
    LECTURAS 65
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, abr 20, 2017
Gamer? Pasti pernah lah ya dengar kata itu. cowok gamer? Haft, banyak sekali didunia ini. Pecinta game, always game, game number one deh pokoknya T.T Kebayang ga kalau kalian naksir si cowok gamer ini bakal gimana?-,- bakal ga diurusin kali yaa huehuehue. "Reza, keluar sini ada temen kamu nih." Panggil Tante Rani. "Bentar, Mah. Lagi seru nih." Teriak Reza dari dalam kamarnya. "Rezaa! Ada temen mu tau, cepat kesini!" Perintah Tante Rani. "Gamau, Mah. Reza lagi seru. Suruh pulang aja, bilang Reza gaada dirumah." Teriaknya lagi tanpa keluar kamar. "Aish, anak ini." Umpat Tante Rani. "Afra, maaf ya Reza emang suka ngeyel. Sebentar ya tante panggilin dulu. Silahkan duduk dulu." Ujar Tante Rani. "Iya, tante gapapa." Ucapku. Reza pun keluar dengan muka sebal sekaligus syok karena tahu aku yang datang. Sepertinya dia sebal karena aku menganggu mainnya. "Ah, elo. Ganggu aja. Gue udah mau menang tuh." Sebalnya. Aih-,- Mulutnya pedas banget sih cowok ini. Setidaknya dia harusnya bertanya dulu kenapa aku kesini-_- dasar tidak peka. "Mau kasih ini." Ujarku sambil memberikan sebuah tas kertas. "Apaan nih?" "Buku catetan."
Todos los derechos reservados
#241
gamer
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DANADYAKSA
  • ALEXON [END]
  • Friendship -Completed-
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Mine [SELESAI] ✔
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • LOVE STORY QIANARRA
  • When I Met You

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido