HIM by volcaeno

HIM by volcaeno

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 11, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
" Angga dan Alea itu bagaikan Matahari dan Bulan yang saling merindukan " ucap salah satu senior yang menyukai Alea sekaligus rival Anggarda, Haidar. kepada kakak Anggarda yang juga karibnya, Nando. Nando hanya melihatnya tajam sambil memakan sandwich yang dibelinya dikantin. Ucapannya begitu lirih. sungguh jelas bahwa Haidar sangat mencintai Alea, namun justru sebaliknya Alea menganggap Haidar hanya sebagai temannya dan tak lebih dari itu. Kemudian ia melanjutkan perkataannya, "Matahari memberikan cahayanya untuk bulan agar bulan dapat menyinari bumi dengan terang, tanpa Marahari, Bulan tak akan bisa menerangi bumi. begitu pula dengan Angga dan Alea. Angga memberikan perasaannya yang tulus untuk Alea, tanpa Angga, Alea begitu rapuh tak berdaya"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ice bear kesayangan
  • BALAS DENDAM! ✔
  • AgAr (Agra Dan Ara)
  • SELENOPHILE
  • The Boys With Messy hair
  • JANUARGHA
  • Red string theory
  • LANGITKU BERWARNA KAMU
  • Ignasia: Di Balik Gerbang Asrama (Harqeel)
  • ARGA

"Dika tunggu" ucap gadis lugu berbadan mungil yang memiliki mata sipit menghampiri cowok yang sudah lama ini dia incar. "Nih sarapan buat Dika, sila sendiri loh yang masak khusus buat dika" memberikan kotak bekal yang bergambar beruang. Tanpa menunggu lama Andika mengambil kotak bekal yang ada di tangan frisila "Nih buat loh pasti loh belum makan kan" ucap Andika tanpa rasa bersalahnya memberikan kotak bekal kepada Alexa. Frisila sangat terkejut dengan tingkah Andika "kenpa Dika kasih kasih makanan dika ke cewe lain" ucap frisila kesal "Kenapa loh gak suka gue kasih ke orang lain, lagian gue juga sudah berbaik hati menerima pemberian loh, yah gue makan atau gak juga suka suka gue kan" ucap Andika membentaknya dan memasang tatapan sinis kepada frisila. Frisila yang diperlukan seperti ini sangat sakit hati perlahan air matanya mulai membasahi pipinya, nyalinya menciut dan tak berani memandang mata elangnya Andika Andika yang melihat frisila menangis sama sekali tidak memperdulikannya "air mata loh gak mempan buat luluhin hati gue" ucapnya dan pergi meninggalkan frisila yang tengah menangis di pojok lorong kelasnya Akankah frisila bisa menaklukkan hati cowok yang sekeras es batu ? Yuk mampir ke cerita novel ice bear kesayangan gak kalah seru loh denger cerita bad boy story'🤗😚😚

More details
WpActionLinkContent Guidelines