ANNA & LUKE (END)

ANNA & LUKE (END)

  • WpView
    Membaca 808,786
  • WpVote
    Vote 36,010
  • WpPart
    Bab 32
WpMetadataReadDewasaLengkap Sab, Jun 2, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Dua manusia yang dipertemukan tanpa terduga di sebuah rumah sakit. Tak disangka sejak pertemuan itu, ada magnet yang membuat mereka saling membutuhkan, membuat mereka mengambil keputusan untuk hidup bersama.Akankah mereka bisa bertahan menghadapi semua permasalahan yang diam-diam menimbulkan rasa saling membutuhkan dan juga menyayangi? Cinta? Apakah itu benar Cinta yang hadir? Atau perasaan membutuhkan dan ingin yang bersifat sementara?? CEO dan Dokter ? Oh ayolah... itu sangat mustahil, mengingat tempat profesi mereka yang tidak ada hubungannya sama sekali. #this is my anothers stories. Sedikit dramatis dan baperan😂 Please, jangan tiru atau menggandakan cerita! Plagiat itu cocoknya masuk neraka!!! 😂
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • [End] Behind The Heart
  • WEDLOCK [END]
  • But, DARLING? [TELAH TERBIT]
  • You are my love
  • Summer Elegy
  • The Girl In The Outside [END]
  • [End] Behind The Story
  • I HATE YOU, I LOVE YOU [COMPLETED]
  • Mantan Ngajak Balikan (Season 1) (Tamat Di Aplikasi Kbm)

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan