Ini untukmu, mantan yang selalu kurindu..
jangan salahkan rinduku yang terus bergelut,
jangan salahkan rasa sayangku yang tak menyusut,
Ini semua salahmu, salahmu meninggalkanku.
Aku tidak pernah pernah meninggalkanmu,
aku selalu ada di tempat yang sama.
sesekali aku mencoba menyapa dan bertingkah biasa.
kamulah yang beda,
kamulah yang mengingkari jika dulu pernah ada "kita"
kamulah orang yang menutup diri hanya karena terluka.
Katakanlah ini wujud penyesalanku,
biarkanlah rasa rinduku sebagai bayaran atas apa yang aku lakukan.
sebenarnya saat aku mengatakan
"aku memilih impian" bukan berarti aku melepaskan sebuah genggaman dan ikatan.
Hanya saja aku mengurangi prioritasku untukmu
Hanya saja fokusku beralih pada buku buku itu
Hanya saja waktuku lebih banyak kuhabiskan untuk meraup ilmu.
Dear mantan...
Aku merasa rindu, dan rindu itu "selalu"
Sebuah cerita tentang kebinalan sosok Bian. Remaja awal SMA yang berparas tampan dan imut berkulit putih mulus yang selalu dapat menangkap mangsa para pemuda gagah didesanya demi nafsu seksualnya. Dirinya tidak sadar bahwa jika parasnya yang memikat alami ada sesosok pelindung yang menjadikan jiwa Bian sebagai Wadahnya. Bian yang ternyata masih memiliki garis keturunan dari bangsawan kuno menjadi alasan utama sang dewi tersebut bersemayam ditubuh Bian dan menjadi pelindungnya.
Bagaimana kisah Bian dan Para pemuda desa yang gagah-gagah? simak terus ceritanya