Story cover for Perawan Ayam by rabuuuuu
Perawan Ayam
  • WpView
    Reads 1,157
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 1,157
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Mar 26, 2017
"Nyak, Richard kemane, yak? Daritadi kagak keliatan." 

"Tuuuh." Enyak menunjuk semangkok besar opor ayam yang tersaji di meja makan. 

"OH TIDAAAKKK ... RICHAAARRRDDD ..!!!!"

 ■■■

Siapa sangka juragan ayam   yang tersohor dari Kampung Duren sampai kampung kesemek punya anak yang cantiknya selevel Kylie Janner? 

Raraswati Tyarani, bisa dibilang kembang desa di Kampung Duren. Siapa juga cowok yang gak klepek-klepek?

Yah, sayangnya ... Raras cuma setia dengan Richard, si ayam jago yang menurutnya lebih gagah dari cowok selevel Adam Levine.
All Rights Reserved
Sign up to add Perawan Ayam to your library and receive updates
or
#47betawi
Content Guidelines
You may also like
Human Living (Slow update) by kecoaterbang__
25 parts Ongoing
## "Suruh bawain apa?" tanya Samuel. "BAAAWAAA DIAAA KEMBALIII!!!" Nyanyi Agam begitu lantang. ### "Han, nih ayam kalau gue sembelih boleh nggak?" tanya Jehan sambil menatap ayam kesayangan Farhan dengan penuh nafsu. "Otong lo gue potong dulu baru boleh sembelih tuh ayam!" gertak Farhan. ### "Kayak biasa mas?" ucap penjual bubur kacang ijo. "Iya, biasalah cuma jadi bahan pelampiasannya doang," balas Bima sambil meringis sedih. ### "Ya Tuhan kehidupan dewasa macam apa ini?!" keluh Lian ketika disuruh ngerjain tugas kantor yang nggak kelar-kelar. "Yang semangat, masih ada Mail sama Mei-mei yang belum nikah," saut Gibran dengan santainya sebagai seorang pengangguran terselubung. "Ada nggak sih portal masuk Isekai? Gue pengin jadi raja iblis dan menguasai dunia, punya anak 5, hidup sampai tua, dan mati dengan bahagia," ucap Lian yang sudah muak dengan laptop yang menjadi saksi bisu atas kerja kerasnya. "Yuk, ke psikolog, gue yang bayarin...." ___________________________________________________ Luangin waktu untuk merefresh pikiran itu salah satu cara bertahan hidup lho, jadi nggak pa-pa kok sesekali hidup dibuat santai:) Ditempat ini tersedia cowok-cowok ganteng dimana kalian bisa milih sambil merem pun nggak bakal rugi🌝🔥 Sekawanan bujang yang mencoba untuk bertahan hidup meski harus berhadapan dengan gempuran kehidupan dewasa yang sangat diluar prediksi BMKG bahkan dukun sekalipun tak mampu memprediksi adegan dewasa ini serta harus survive dengan keanekaragaman bentuk manusia yang super-super unik. Yang penting waras❌ Yang penting hidup ✅ Manusia (opsional) Pokoknya nggak ada tokoh utama, nggak ada konflik berat, yang ada cuma tingkah laku mereka yang mirip sama bocah paud. Tersedia 20 bujang, jadi tinggal pilih mau yang mana:) Cerita yang cocok buat kamu yang lagi butuh genre santai tapi dapet juga hikmah di setiap chapter nya:)
You may also like
Slide 1 of 10
SERENDIPITY cover
Delima dan Takdirnya cover
Middlemost | ENHYPEN ✔ cover
Human Living (Slow update) cover
Love Itu SHIT [Revisi Tamat] cover
Catatan Awan : Sudut Pandang Absurd tentang sebuah Kehidupan cover
Dunia Rendra (Completed) cover
Naracia teneresia TAMAT cover
My Tetangga My Friend [LENGKAP] cover
Ratapan seorang JONES!  cover

SERENDIPITY

23 parts Complete

Singkat saja. Pertemuanku dengan pria itu adalah ketika aku tidak sengaja menemukan bocah lucu yang tengah menangis kecewa ditengah padatnya pengunjung kala weekend. Siapa yang tahu? Bocah kecil itu lah yang justru membuatku menemukan kebahagiaan secara tak sengaja. Tapi apa yang kalian harapkan dari seorang cinta pertama? Seseorang pernah mengatakan padaku, bahwa setiap manusia ditakdirkan untuk jatuh cinta tujuh kali, sebelum Allah mempertemukan ia dengan pasangan tulang rusuknya. Cinta pertama tidak akan pernah berhasil. Tapi bagaimana denganku? Aku berharap itu hanyalah teori palsu. Menjadi wanita yang tak diharapkan dari pria yang dianggap sumber kebahagiaan, bukanlah hal yang menyenangkan untuk dibahas. Aku menemukan kebahagiaan itu secara tak sengaja. Namun saat aku mencari lebih lagi atas kebahagiaan tersebut, aku justru terluka. Dito Alif Nurakhman, You're my Serendipity.