Julia
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 26, 2017
Julia, begitulah nama wanita itu. Dia bukanlah seorang wanita yang berasal dari Negeri yang terkenal dengan rempah-rempah dan negara yang terkenal akan daerah maritim. Jika ingin ditarik benang merah dari maksudku, maka kalian akan mengetahui bahwa dia bukanlah seorang wanita yang berasal dari Indonesia. Ya, tanah airnya bukanlah disini, namun ada beberapa hal yang membuatku takjub kepadanya. Ketika dia tersenyum maka kedua lesung pipitnya akan mengembang dan menambah akan kecantikan warna kulitnya yang putih. Ketika angin meniup rambutnya, maka rambutnya yang berwarna pirang dan panjang itu akan mengembang, ibaratkan sebuah bendera yang berkibar atau dedaunan yang tertiup. Matanya berwarna biru, sebiru lautan yang mengalir di samudera.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta yang Terkurung di Laut Hitam
  • GEMINTANG HATIKU
  • Hai, Jodoh!! (End)
  • The Crown and the Prayer  (PROSES REVISI)
  • Diantara Lensa dan Laba [Sequel Panggung Kraton: Mahkota Untuk Sang Selir]
  • Satu Desa
  • Pendekar Pedang Serayu
  • How to (Not) Fit In Romance Historical Story
  • NESTAPA: SRI GEMILANG {END} ✓

Di ujung dunia, di balik kabut Laut Hitam yang menelan doa dan kapal, berdiri kastil Duckeira-tempat di mana cinta bukan anugerah, tapi kutukan. Seraphina Duckeira-putri tunggal dari keluarga bangsawan yang terobsesi pada kepemilikan, tumbuh dalam ruangan yang sama, dikelilingi dinding dingin dan tatapan ayahnya yang tak mengenal batas. Dunia luar adalah mitos, dan kasih sayang adalah kurungan berbentuk emas. Hingga suatu malam, sang ayah membawa pulang hadiah dari dasar lautan: Seorang putri duyung laki-laki. Dingin, sunyi, dan indah seperti mimpi buruk yang terlalu sempurna, makhluk itu dikurung dalam akuarium kaca di kamar Seraphina-bukan sebagai teman, tapi sebagai "milik". Seraphina pun jatuh cinta. Tapi cinta pada sesuatu yang tak bisa membalas hanya akan tumbuh menjadi racun. Apa jadinya jika cinta dipaksa untuk menjawab? Apa yang akan terjadi jika makhluk laut itu... akhirnya bicara? Dan apa yang lebih berbahaya: kutukan lautan, atau cinta manusia yang terobsesi? Cerita ini sudah Selesai 🌼

More details
WpActionLinkContent Guidelines