HOPE
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 26, 2017
Pengumuman pagi itu mendorongku untuk mencoba masuk mendaftar ke salah satu Politeknik Negeri. Namun saat semua sudah di urus dan hasil keluar, aku terkendala dalam dana, sempat berputus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Tapi Harapan ku tidak hilang, Tuhan bantu segalanya, sehingga pada akhirnya aku bisa melanjut dan duduk di kursi kuliah. Nanun yang membuat kendala dimana Jurusan itu membuat aku bingung, gak ngerti it, gak ngerti desain, yang ku tau cuman uang, yah menghitung uang orang. Disitu aku sempat down merasa tersingkirkan dengan kemampuan, mental yang tidak ada dalam diriku dan juga materi yang kurang. Aku menangis dalam doa, aku terpuruk dimana kah ke adilan itu, semua harapanku gak berarti. Hari-hari yang ku lewati begitu buruk, aku tak tau dari mana dan bagaimana ada pertolongan. Harapanku sirna aku ingin lari dari kenyataan, aku ingin semua yang tetjadi sepeti mimpi yang hanya sekedar lewat. Apakah hariku akan seperti ini tetus? Apakah masih ada harapan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • old taste
  • SUBSTITUTE (LURAH)
  • Kampus Impian, Dia Dan Organisasi
  • In the Afterlight
  • 𝑷𝑬𝑵𝑮𝑬𝑪𝑼𝑻 (End) ✓ [REVISI]
  • Mutualism Symbiosis
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • When I Found You [COMPLETE]
  • Days After We Met
  • The Baby's Contract✓
old taste

Kalau saja aku tidak punya banyak dosa, mungkin Tuhan tidak akan membiarkanmu hidup dengan perasaan tenang disana karena selalu mengabulkan doaku lebih cepat. Sayangnya aku sadar diri dengan perbuatan-perbuatan yang melengahkan ku selama ini dan membuat setiap doaku lebih banyak di arsip dahulu. Jangan banyak berharap lebih dengan rasa bosanku yang dari awal sudah ku kubur dalam-dalam. Kau tau, tapi kau membisukan diri. Silahkan lari sejauh mungkin. Aku tidak mengejar, tapi kau akan terus berjalan dengan rasa sadarmu kalau aku selalu tau kau dimana. Persinggahanmu bukan tujuan utamaku. Tapi setidaknya aku bisa melihat bagaimana caramu menyiapkan diri untuk sarapan. Just it.

More details
WpActionLinkContent Guidelines