Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
OH YA AMPUN

OH YA AMPUN

  • WpView
    LECTURES 47
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadTerminé dim., mars 26, 2017
WpInfo
Histoires vraies
Hirup pikuk kota terhempaskan oleh sayup gemetar 2 orang anak remaja. ia adalah Tri Arya dan Teguh yang lemas gemetar dikarenakan di tilang Polisi, bahkan si Teguh sampai lemas bagaikan tak makan 1windu . Maklumlah ia baru kali ini berhadapan dengan pak polisi. "Hei.. mau kemana kamu " tanya pak Polisi " Mau..mau ..mau... ke toko plastik pak " sahut Tri Arya " Iya pak mau...beli...se..se...dok buat praktek"Jawab Teguh. Mereka berdua pun ibarat di terjang badai besar kala itu. Apalagi pas mereka tidak membawa apa apa. " Bagaimana ini aku tidak bawa apa apa" kata Teguh " Aku bawa tapi cuma cukup beli sendok plastik doang " sahut Tri Arya " Sini dulu dek kalian bapak tilang dulu" kata pak polisi. " Mengapa kamu tak memakai helm ,kamu sayang nggak sama kepalamu " ( sambil mengelus kepala kami berdua ). "kami lupa pak " Celoteh kami berdua. Keadaan semakin kacau di saat mega mendung menutupi sinar mentari yang menerangi kota tersebut.Selepas itu hujan pun turun dengan derasnya.Kami berdua pun bingun akan kemana kita berlindung. " Gimana ini jika mamahku tahu dan murka" tanya teguh . " Sebentar saya telepon dulu pamanku , mudah - mudahan Pamanku juga tidak marah" Gumam Tri Arya.( sambil mengetikan nomor telepon paman). " Halo paman ini aku Tri Arya ,Paman tolong saya ada di pos polisi di tilang tolong Paman kesini ya "Tri Arya menerangkanya . " Iya Paman segera kesana , tapi sabarya disini hujan deras sekali" .Desis Sang Paman. Di saat seperti itu tibalah Paman Tri Arya.dari arah utara dari pos polisi tempat kita berdua menunggu. " paman... paman ...paman " Sorak Tri Arya sambil melambaikan tangannya. paman pun menghampiri kita berdua.Sambil menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada pak polisi. " Keponakan bapak tidak memakai helm "kata pak polisi " saya minta maaf " kata paman " ya sudah jangan diulangi lagi ya " gumam pak polisi Dari kejadian itu kami sadar betapa berhaganya nyawa
Attribution Creative Commons (CC)
#10
pastiseru
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  •  CHARIVA SQUAD
  • AMNESIAL (END)
  • No Cerai No Pisah!
  • ONLY SIX BOYS
  • Silent, Please! (Re-up)
  • ALDARA
  • POSESIF MAFIA
  • Hidupku Bagaikan Sehelai Daun💌
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu

"semoga kita selalu bersama sama ya,"ucap gadis cantik berambut sebatas pinggang yang bernama tag Chariva. "semoga aja," jawab laki laki berparas tampan yang sedikit acak acakan bernama tag Adit. "senjanya indah banget,"ucap Riva dengan senyuman. "Namanya juga senja de," jawab Randi yang tengah bermain hp. Setelah sekian lama berdiam diri dengan kegiatan mereka masing masing. Tiba tiba Riva bangkit dari duduknya dan pergi entah kemana. "Barudak,"panggil Soni. "Naon?"saut Sandi. "Kenapa tuh si ademalah pergi," tanya Wisnu yang keheranan. "Gak tau tuh," jawab Adit. Baru saja di bicarakan, tiba tiba Chariva datang dengan membawa kantong plastik di tangannya. Setelah di buka kantong plastik itu, ternyata berisikan es krim yang baru saja di beli oleh Riva di depan sana. "Widih beli es krim Ade beli?" Tanya Adit seraya bangkit dari duduknya untuk mengambil es krim miliknya. chariva yang di tanyain seperti itu tentunya mengangguk. "iya a," ucap Riva sambil membuka bungkus es krim miliknya. Saat es krim milik Riva terbuka, dia mengoleskan sedikit es krim itu ke tangannya dan mengarahkan tangan yang terkena es krim itu ke arah Adit. "Riva," reflek Adit saat tangan Riva yang terkena es krim itu berhasil mengenai wajah Adit. "Hahaha ," tawa Riva seraya berlari agar tidak bisa tertangkap oleh Adit yang juga ingin mengoleskan es krim. Saat Chariva dan Adit sibuk berlarian di situ Randi, Sandi, Soni dan Wisnu hanya duduk memakan es krim dan memandangi kedua orang tersebut itu. "Lucu ya," ucap randi seraya memakan es krim miliknya. "Iyaa semoga bisa terus kayak gini," Jawab Soni dengan memakan es krim dan memotret dua orang tersebut itu dari jarak jauh. "hahaha," tawa mereka bersama. senja ini menjadi saksi kedekatan antara mereka berenam. Semoga mereka bisa terus seperti ini sampai nanti.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu