Let Me Know ...

Let Me Know ...

  • WpView
    Reads 2,013
  • WpVote
    Votes 500
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 23, 2018
[Tamat] started JULY 2017 Di usiaku yang ke 15, aku baru menyadari bahwa keluargaku tidaklah seperti yang aku bayangkan. Namun jika di balik rahasia terdapat hikmah..kurasa kami semua akan mampu bertahan. Saat ini aku gak butuh tambahan bahan pikiran yang namanya CINTA. Terutama dari cowok sombong yang sinis..yang memandang hidup hanya punya dua sisi. Baik-Buruk, Suka-Benci, Lover - Hater. Kenapa tidak bisa diterima kalau aku hanya mau berdiri tepat di ' garis tengah'. Bukan sebelah kiri atau kanan garis. Bukankah di antara hitam dan putih masih ada abu abu? Bagaimana kalau aku hanya ingin jadi 'pengamat' tanpa terlibat? Meski tahu apa yang telah kulihat..kudengar..kusentuh.. sungguh menggelitik hatiku..Kaki ini masih ragu tuk berpindah tempat. Aku tidak takut jatuh cinta..yang aku takut .. bagaimana kalau cinta itu datang dan aku mengabaikannya karena aku tak tahu wujudnya.
All Rights Reserved
#564
secret
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • FRIENDzone (Completed)
  • Bertumpu
  • New World [REVISI]
  • Pangeran Kelas
  • Dua Puluh Menit [END]
  • INDICATOR OF LOVE (✔)
  • Aku Takut Dicintai
  • My Home [Hujan Series]
  • Cinta di Atap SMA

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines