DANDELION (Sandiwara Seusai Pentas)

DANDELION (Sandiwara Seusai Pentas)

  • WpView
    Lecturas 539
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadConcluida vie, may 19, 2017
WpInfo
Ficción
Romance
Bagaimana jika dirimu di masa depan datang menemui kamu di masa kini setiap malam diam-diam? Dia mengeluh, karena sifat pengecutmu di masa kini, dan keterlambatanmu di masa lalu. Hingga ia mengalami hidup yang datar dan penyesalan di masa depan. Lalu dia menulis. Semua cerita yang hanya jadi rahasia antara RAKA dan DELIA yang selama ini masih menjadi rahasia. Dia berharap semua orang turut membantu menyampaikan cerita itu kepada DELIA yang sudah mulai lupa. Juga berharap RAKA melawan sikap pengecutnya. Ini tentang RAKA dan DELIA di masa lalu. untuk RAKA dan DELIA di masa kini. Dari RAKA dan DELIA di masa depan. Karena DANDELION telah menyampaikan pada tuhan. "Setidaknya sudah terang kita sampaikan, dan jika masa depan berubah dan aku kembali tiada. Setidaknya aku tidak hidup dalam penyesalan".
Todos los derechos reservados
#625
sajak
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mahligai Sunyi
  • Sepasang Luka Merajut Asa [END]
  • AKU KAMU DAN WAKTU
  • LELAH
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • You are in my past and my future [END]
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • DikaRanggi
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • P E R N A H

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido