True Love Ole

True Love Ole

  • WpView
    LECTURAS 16,301
  • WpVote
    Votos 389
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadConcluida lun, dic 23, 2013
Apa kalian percaya akan arti dari karma? Karma itu bukan pembalasan tetapi karma adalah sebuah keadilan yang Tuhan berikan agar manusia itu tidak mengulangi kesalahanya lagi. Janeta: Disini aku Berpijak di kota Bandung. Mencoba menyelesaikan tulisanku sekaligus berlibur, menenangkan diri karena telah kehilangan separuh hatiku yang pergi meninggalkanku demi wanita lain. Ya...aku tahu itu menyakitkan, dimana aku bisa merasakan cinta yang baru bersama dokter muda yang tampan, disaat itu pula aku juga menemukan separuh hatiku kembali, membawa luka yang dulu dia beri. Sebastian: Aku menyadari betapa sakitnya karma, aku meninggalkan wanitaku yang sudah enam tahun lebih setia di sampingku demi wanita yang sepintas terlihat lebih baik, dia menghilang menghindariku, membuatku putus asa dan depresi. Aku sudah mencoba mencarinya kemana-mana, tapi hasilnya nihil. Tak sengaja aku terjebak ke dalam pergaulan yang salah tetapi dari situ aku bisa menemukan cintaku yang hilang. Dia ada di sini, ada di Bandung. Aku mencoba menebus kesalahanku, sampai akhirnya Tuhan berkata lain untuk hubungan kami, dia lebih memilih meninggalkanku sendiri, mungkin ini sepenuhnya salahku, ya salahku...
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jodoh Kedua (END)
  • Teruntuk Semesta || Anthony Ginting
  • LAKSADEKA
  • Misunderstand
  • Full Of Scratches
  • Hubungan dalam Kerumitan (End)
  • WHAT'S GOING ON WITH ME
  • Mantan Zone (DALAM PROSES PENGEDITAN)

{18+}..... ***》SEKUEL dari cerita KITA Bulir keringat dingin tampak membasahi wajah itu. Raut kegelisahan yang terpancar dari wajah yang masih terlelap itu, menunjukkan bahwa dia mengalami mimpi buruk. Dengan sedikit napas terengah, dia tersentak bangun. Setelah bisa menguasai diri, dia bangkit dan melakukan sholat malam. Kepergian sang belahan jiwa membuatnya lebih rajin beribadah. Alasannya sederhana..... di akherat kelak dia ingin berkumpul dengan belahan jiwa juga buah hatinya. Selepas memanjatkan untaian doa, dia membuka pintu balkon kamar dan memandang ke langit lepas. "Sayang..... bagaimana kabarmu di sana? Aku merindukan kalian..... sangat," lirihnya sendu. Sudah tiga tahun berlalu sejak kepergian sang belahan jiwa, tapi dia masih tetap berada di tempatnya semula. Hati yang dia berikan seutuhnya pun ikut mati bersama kepergian sang belahan jiwa. Tak ada hal lain yang dirasakannya selain kehampaan. Hatinya kosong dan tertutup rapat untuk bisa dimasuki siapa pun. Karena bagi dia, pemilik hatinya adalah sang belahan jiwa..... ketika sosok itu pergi, dia pun menutup rapat pintu hatinya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido