Tiara's Dandelion

Tiara's Dandelion

  • WpView
    LECTURES 1,079
  • WpVote
    Votes 234
  • WpPart
    Chapitres 14
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., juil. 29, 2018
Ini adalah kisah sepasang sahabat yang terpisahkan oleh takdir. Dimana pertemuan adalah impian terbesar dari keduanya. Siapa sangka, pertemuan mereka usai bertahun-tahun terpisah merupakan sebuah isyarat dari Tuhan bahwa mereka akan kembali terpisah. Kemudian semuanya hilang. Hanya menyisakan kenangan, harapan, dan penyesalan. Lagi lagi, ini adalah kisah sepasang sahabat yang terpisahkan oleh takdir. Dimana harapan menempati posisi tertinggi dalam setiap langkah kehidupan. °°°°° © Copyright 2018 by Orieztories
Tous Droits Réservés
#18
keceriaan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Sahabat untuk Lily [OPEN PRE-ORDER]✓
  • Ananta Bandhana
  • Kuraih Genggaman dan Berdamai Dengannya. (Antologi cerpen)
  • HELLO DEAR
  • Laa Tahzan
  • THE DRAGON ELEMENT (Terbit)
  • langit biru
  • Just For You [END]

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu