Misunderstand

Misunderstand

  • WpView
    Reads 3,841
  • WpVote
    Votes 158
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 29, 2019
Ketika kamu terlambat menyadari jika semua adalah kesalahpahaman semata. Eetha mendapat sebuah surat pink dari murid yang baru saja masuk sebulan di sekolahnya. Masalahnya, Eetha sudah punya Em, si cowok badboy yang konyol dan cinta mati pada Eetha. Tapi begitu Eetha mendatangi Thufail, si murid baru untuk memperingatinya, ternyata sebuah kesalahpahaman terjadi. Di sekolah barunya, ia bertemu Rega, si-kakak-kelas-penebar-pesona yang suka menggodanya. Dan karena fakta itu, ia harus menghadapi sang ratu di SMA Permata Bangsa. Sang ratu yang mengklaim bahwa Rega miliknya. Tak hanya sampai disana, kesalahpahaman kembali terjadi saat berita soal Eetha yang aborsi dengan cepat menyebar. Belum lagi Em yang tiba-tiba menelponnya menuntut penjelasan berita itu disaat Eetha tahu Papanya berselingkuh dengan gadis yang selama ini ditindasnya. Hingga pada akhirnya dia dan semua orang tau kalau selama ini mereka membiarkan kebencian tumbuh di dalam hati karena sebuah kesalahpahaman.
All Rights Reserved
#761
teen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • DOUBLE SARA
  • Mas! || ThomasKong✔
  • Imaginary Boyfriend
  • Naura & Lukanya
  • Rakhmal And His Story [Terbit]
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • After Summer Rain (TERBIT)

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines