The struggle in vain

The struggle in vain

  • WpView
    LECTURES 68
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., avr. 9, 2017
Gimana rasanya diabaikan?? Sakit bukan?? Gimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan?? Bagaimana perasaan jika sudah berjuang tapi disia-siakan?? Apakah dia harus bertahan?? Ataupun meninggalkan semua kenangan?? "Tinggalin dia daripada lo tetep bertahan dan lo terus tersakiti" banyak orang yang bilang seperti itu ke vita marega zahra. Apakah dia harus meninggalkan orang yang sangat ia cintai?? Apakah dia harus merelakan orang yang dia cintai hidup bahagia bersama sahabatnya?? Disisi lain otak nya berpikir 'lo ngapain masih ngejar orang yang ga pernah ngerespon lo sama sekali, lo harus inget dia suka sama sahabat lo sendiri, apa lo tega bikin persahabatan lo rusak?? Jika ingin melihat senyum orang yang lo cintai, berarti lo harus berkorban, apa pun itu' Dan disisi lain hati mengutarakan 'lo harus berjuang, biarin apa kata orang, kalo lo nyerah sia-sia pengorbanan lo yang selsakitama ini lo lakuin, sahabat lo??, dia pasti tau dan memahami perasaan lo' Memang kisah cinta tak selamanya berakhir bahagia, namun ada juga yang berakhir tragis. Kalo kamu mencintai seseorang, seharus nya kamu bakalan terima apa rasa sakit.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Antara Aksara dan Kata
  • TEMAN
  • " To Love ,To Lose "
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Mencintai Dalam Diam
  • Traces in the Light
  • WISHES.
  • Maaf' (Revisi)

Prolog - The Memory Between Us [Kenangan Antara Kita] Mereka bilang, waktu akan menyembuhkannya. Tapi dua tahun telah berlalu, dan Ling masih menatap keluar dari jendela kaca penthouse-nya, jemari menggenggam cangkir kopi dingin yang tak pernah ia habiskan. CEO. Pewaris. Tunangan dari seorang hantu. Dunianya runtuh sekali... Lalu kembali hancur saat ia dipaksa menikah dengan seseorang yang bahkan bukan miliknya sejak awal. Janji itu bukan untuknya. Pakaian itu juga bukan miliknya. Tapi nama di akta pernikahan? Ling Ling Kwong. Dan mempelai di sisinya? Orm. Tunangan adiknya. Itu seharusnya sementara. Sebuah kontrak. Hanya satu tahun untuk menjaga nama baik keluarga-lalu pergi. Tapi tak ada yang memberitahunya bahwa cinta tak tunduk pada kontrak. Dan tak ada yang memperingatkannya betapa kejamnya kenangan. Karena saat Ling akhirnya membuka hatinya lagi... Orm melupakan segalanya. Melupakan tawa mereka. Pertengkaran mereka. Janji mereka. Melupakan dirinya. Dan kini, Ling tak yakin masih punya kekuatan untuk kehilangan Orm sekali lagi. DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu