The struggle in vain

The struggle in vain

  • WpView
    LECTURAS 68
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 9, 2017
Gimana rasanya diabaikan?? Sakit bukan?? Gimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan?? Bagaimana perasaan jika sudah berjuang tapi disia-siakan?? Apakah dia harus bertahan?? Ataupun meninggalkan semua kenangan?? "Tinggalin dia daripada lo tetep bertahan dan lo terus tersakiti" banyak orang yang bilang seperti itu ke vita marega zahra. Apakah dia harus meninggalkan orang yang sangat ia cintai?? Apakah dia harus merelakan orang yang dia cintai hidup bahagia bersama sahabatnya?? Disisi lain otak nya berpikir 'lo ngapain masih ngejar orang yang ga pernah ngerespon lo sama sekali, lo harus inget dia suka sama sahabat lo sendiri, apa lo tega bikin persahabatan lo rusak?? Jika ingin melihat senyum orang yang lo cintai, berarti lo harus berkorban, apa pun itu' Dan disisi lain hati mengutarakan 'lo harus berjuang, biarin apa kata orang, kalo lo nyerah sia-sia pengorbanan lo yang selsakitama ini lo lakuin, sahabat lo??, dia pasti tau dan memahami perasaan lo' Memang kisah cinta tak selamanya berakhir bahagia, namun ada juga yang berakhir tragis. Kalo kamu mencintai seseorang, seharus nya kamu bakalan terima apa rasa sakit.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • If Only.. (Seandainya..) I LingOrm
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Antara Aksara dan Kata
  • Mencintai Dalam Diam
  • Soal Rasa 2
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • Maaf' (Revisi)
  • TEMAN

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido