We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
my random girl

my random girl

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 15, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Sepertinya kamu harus merubah kebiasaanmu itu nak. Tidak baik kalau kamu harus terus-terusan tidak tidur sepanjang malam seperti itu." Ucap ibu winny sambil duduk disisi ranjang anaknya itu. Winny hanya tersenyum saat ibunya menceramahinnya. Bukan kali ini saja ibunya mengingatkan hal itu. Winny memang memiliki pola hidup tidak sehat. Ia terlalu gila kerja sampai-sampai jika ia pulang kerumah hingga larut ia bahkan tak bisa memejamkan matanya dengan cepat. Winny, perempuan berumur 27 tahun yang bekerja sebagai akuntan disalah satu kantor ternama dijakarta. Seorang pekerja keras namun ceroboh. Berkat kegilaannya bekerja, sampai sekarang ia masih berstatus single. Walaupun mungkin rata-rata teman seusianya sudah menikah dan memiliki anak, namun ia tak pernah memperdulikan hal itu. Karna menurutnya itu belum terlalu penting baginya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Blooming Lady [completed]
  • Naya Arjuna
  • BAD MOM
  • Where Your Eyes Linger
  • Beloved CEO : CEO Tercinta
  • TOUCHED (End)
  • Salah Tapi Enak [GXG]
  • Life Secretary
  • RadenRatih
  • One and Only [✔]

"Katakan padaku bagaimana caranya berhenti mencintai seseorang yang bahkan tak pernah mencoba mencintaimu kembali?" Liana tak pernah bermimpi menjadi istri dari lelaki yang menatapnya seperti beban. Ia hanya gadis biasa, yang jatuh terlalu dalam pada laki-laki yang patah dan tak ingin diperbaiki. Pernikahan mereka tak dibangun dari cinta, tapi dari kesunyian yang tak diucapkan, dari janji-janji yang tak pernah dibuat, dan di dalam rahimnya, tumbuh seorang anak yang mungkin tak pernah dirindukan ayahnya. Di balik keheningan rumah yang dingin, di antara senyum pura-pura dan malam tanpa pelukan, Liana menulis surat-surat untuk anaknya. Ia tahu, dunia tak akan memberinya bahu untuk bersandar tapi ia ingin sang anak lahir dari seorang ibu yang pernah mencintai sepenuh hidup, meski dicintai tak pernah jadi bagiannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines