Album and Camera [ON HOLD]

Album and Camera [ON HOLD]

  • WpView
    Reads 698
  • WpVote
    Votes 135
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Pergi keluar rumah dan menghabiskan waktu untuk memotret. Itu yang biasa dia lakukan. Dia memang suka sendirian. Tapi, bukan dia juga tetap manusia? Dia juga butuh teman. Tapi, selain teman yang terbiasa 'menemaninya' dalam kehidupan nyata, dia juga selalu membawa 'teman' yang pasti selalu ia 'rangkul'. Kamera. Itu sudah pasti. Baginya, kamera itu adalah caranya untuk menikmati hidup. Kalau aku, hampir sama seperti dia. Tapi, ini adalah hasil yang dia kerjakan. Adegan demi adegan yang terdapat di kamera akan dicetak dan dimasukkan ke buku album. Aku juga selalu membawa album kesayangan yang tidak pernah lupa untuk ku bawa. Dia adalah teman 'ilusi' ku. Bagiku, album adalah kenangan dan sejarah yang akan terus ada di halaman demi halaman tersebut. Jadi, keduanya mempunyai ikatan yang sama-sama bisa melengkapi. Ini semua tentang kisah yang akan terabadikan lewat kamera. Dan akan tersimpan lewat album. Dan tidak semua kisah akan diabadikan lewat keduanya. Karena, ada satu kisah yang tidak akan mungkin kita lupakan sampai kapanpun. Kita akan selalu mengingatnya. Walaupun kita tidak memikirkannya. Ini semua kisah tentang 'Album dan Kamera'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • No Longer Mate
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Alone (SELESAI)
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • My Sweet Friend (END)

[End]"Adya, ambilin handuk dong!" "Kok nyuruh mulu sih, emang gue babu lo?!" "Lha, emang bener kan?" ●○●○●○●○ Kala itu, Alino sedang senang-senangnya hidup songong, Alino bahkan berkata seperti ini pada Adya, "Pokoknya kebutuhan Gue harus Lo yang siapin, karena Lo pembantu Gue." Meskipun kesal, Adya tetap tersenyum menanggapinya. Dan ada saat dimana Alino cemburu, ketika Adya lebih senang memperhatikan gebetannya daripada Alino sendiri, karena alasan itulah Alino akan lebih manja lagi. Tapi ada hari dimana Adya menyesal mengenal Alino, karena laki-laki itu menciptakan kisah yang tak Adya suka. ## "Untuk kali ini aja gue mau egois dalam hidup gue, tolong jangan pernah pergi ninggalin gue, Ra." -A "Gue lebih suka cerita cinta yang berakhir bahagia, karena meskipun kedua tokoh itu mengalami masalah, pada akhirnya mereka tetap hidup bersama." -A "Gue gak bisa untuk sekadar nangisin Lo, Lo terlalu jahat untuk Gue tangisin." -E ## Follow instagram »-> @ptr._.heree Copyright©2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines