SWINDLER TERBIT DI HI NOVEL

SWINDLER TERBIT DI HI NOVEL

  • WpView
    Membaca 328,147
  • WpVote
    Vote 7,835
  • WpPart
    Bab 22
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mar 25, 2021
DILARANG KERAS MENGCOPY SEBAGAI ATAU SELURUH ISI CERITA!! "Kumohon mas dengarkan dulu penjelasanku," ucap Mesya dengan linangan air mata. "Dengar apa lagi! sudah cukup kamu membohongiku selama ini!" ucap Rayen tajam dan menatap Mesya penuh kecewa. "Kumohon mas, ini tidak seperti yang mas pikirkan," ucap Mesya lagi dengan menatap Rayen penuh harap. "Cukup! kamu sudah keterlaluan, gara - gara kamu wanita yang aku cinta tersakiti! Kenapa kamu harus berbohong dan mengatakan kalau kaulah wanita yang ku cintai, dasar wanita tidak tau diri!" balas Rayen lantang dengan mata memerah. "Maaf mas, aku bisa menjelaskan nya," ucap Mesya dengan memegang tangan Rayen yang mengepal. "Seandainya saja aku tidak amnesia, pasti aku tidak akan pernah menikah denganmu. Sungguh, aku menyesal," balas Rayen yang langsung membuat tangan Mesya lemas dan terjatuh yang awalnya memegang tangan Rayen yang mengepal. kalau penasaran, silahkan cek kedalam cerita.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#958
amnesia
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • syanin
  • TITIK AKHIR.
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • AFTER WEDDING - TERBIT
  • RION IS MY MANTAN!
  • Ellara Le Runa

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan