Karina.
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 6, 2017
"Bego banget ya gue bisa suka sama cowok yang sampe kapan pun ga bakal suka sama gue." gumam Karin sambil terus menatap langit langit kamarnya. "Ya lagian sih lo, kan gue dah bilang sampe bokap gue tumbuh rambut juga si Rifal ga bakal suka sama lo." sahut Dhona, teman atau bisa dibilang sahabat Karin sejak SMP. "Emang gue lagi ngomong sama lo ya dhon? Perasaan dari tadi gue lagi ngomong sama atap kamar gue." jawab Karin yang di iringi dengan tawa kecil. "Tuh kan gara gara Rifal nih, temen gue jadi gila, masa atap diajak ngomong." "Siapa?" "Lo." "Yang nanya" sahut Karin lagi yang sekarang sudah tertawa ngakak. "Anjir Karin, ish kesel banget gue sama lo, untung temen."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gamang
  • BE A RAINBOW
  • There's Love In My Friendzone
  • Junara
  • Love And Holidays
  • Farel Dan Bella
  • TROUBLEMAKER COUPLE.  ( End )
  • My Lovely Brondong
  • Misi Kalisa (End)
  • Teman Hidup [TAMAT]
Gamang

"Jangan suka sama gue" Hening mengambang diantara kami berdua, membuat suasana semakin terasa menyesakan. "Maksud lo?" "Jangan suka sama gue Ris" "Lo temen gue, lo bahkan yang bikin gue berhasil dapetin cewe yang gue mau dari dulu. Jangan ngehancurin itu semua Ris. Tolong" Aku tergagap di tempat, bingung harus bereaksi apa. Tapi rasa panas di pelupuk mata tak bisa aku abaikan begitu saja. Sakit rasanya mendengar kata yang selalu aku bisikan di setiap hari nya. Harus aku dengar dari dia yang menjadi penyebab nya. Aku menarik nafas panjang, dan menghembuskan nya perlahan. Mencoba menghilangkan sesak yang seolah membakar. "Iya, lo tenang aja. Gue-" kembali, aku menarik nafas dan menghembuskan nya pelan "Gue gak akan ganggu hubungan kalian. Gue sadar, tugas gue cukup sampai bikin kalian jadian. Lo temen gue, Keira sahabat gue. Gue faham Lang. Maaf kalo perasaan gue bikin lo gak tenang" Kalimat itu aku ucapkan dengan lugas. Tak ada ragu dan seolah memang itu yang aku mau. Tapi tidak, tidak dengan keadaan hati ku yang terasa sendu. Sejak awal, harusnya mereka yang menjadi pemeran utama. Ilalang dan Keira. Di pertemukan untuk bersama. Bukan dengan ku, tokoh sampingan yang seharusnya tau batasan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines